04 November 2019, 01:20 WIB

Deva Mahendra Tertantang Perankan Kiai


Indrastuti | Hiburan

DOK INSTAGRAM @DEVAMAHENDRA
 DOK INSTAGRAM @DEVAMAHENDRA
Aktor  Deva Mahendra

BERPERAN sebagai Gus Kiblat, aktor Deva Mahendra, 27, mengaku butuh sosok yang bisa ia jadikan teladan untuk menghadirkan karakter putra kiai dalam film 99 Nama Cinta. Deva mengaku baru pertama kali memerankan tokoh yang punya latar belakang pesantren dan merasa tertantang ketika mendapatkan peran tersebut.

"Banyak sosok yang saya jadikan acuhan untuk memerankan tokoh Gus Kiblat ini, saya tidak terpatok pada sosok-sosok tertentu. Di sini saya banyak belajar tentang kehidupan pesantren untuk menghadirkan dan menginterpretasikan karakter yang saya perankan," terang Deva saat ditemui di Gala Premier film 99 Nama Cinta di Senayan City XXI, Rabu (23/10).

"Film ini banyak mengambil lokasi syuting di lingkungan pesantren yang cukup tua di Kota Kediri. Hal itu sangat membantu saya untuk menyelami keseharian para santri yang tinggal di sana. Saya juga sangat terbantu dengan beberapa talent yang sebenarnya merupakan santri asli dari pesantren yang menjadi lokasi syuting," tambah pria kelahiran Makassar, 19 April 1990 itu.

Dalam film besutan Danial Rifki itu terdapat satu adegan yang mengharuskan Deva untuk mengaji. Dalam adegan tersebut, aktor yang sempat mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2007 itu mengaku kurang percaya diri saat pengambilan gambar.

"Ada satu scene yang mana saya ditunjuk mendadak untuk mengaji, saya sempat canggung ketika mendapatkan arahan itu karena disaksikan teman-teman dari pesantren. Apalagi masih banyak teman-teman yang pasti bacaannya lebih bagus daripada saya," terang Deva yang mendapat nominasi Pemeran Pembantu Pria Terpuji di Festival Film Bandung 2016 ketika bermain sebagai Cakra dalam film Sabtu Bersama Bapak.

"Karena mengaji itu bagi saya mengandung arti yang lebih luas lagi daripada sekadar membaca Alquran. Mengaji itu selain artinya membaca juga adalah memahami. Sebenarnya, konteks mengaji yang dimaksud dalam film ini adalah memahami agama lebih jauh, memang dimulai dari membaca dulu," tambah pemain Ghost Writer tersebut.

 

Cerita fiksi

Film 99 Nama Cinta itu memang memiliki setting cerita yang cukup unik. Garin Nugroho, selaku penulis skenario, seakan sedang melakukan eksperimen ketika mempertemukan dua tokoh dengan latar belakang yang berbeda. Talia (Acha Septriansa), seorang produser acara infotainment, hidupnya berubah ketika bertemu dengan Gus Kiblat (Deva Mahendra), yang merupakan seorang putra kiai atau Gus dari Kediri. Tak disangka, ternyata narasi kontras tersebut justru mampu menciptakan suatu kombinasi cerita yang menarik dan susah untuk ditebak.

Deva Mahendra pun sukses memperkenalkan karakter Gus Kiblat, Ia berhasil membawa penonton masuk menelisik ke dalam bilik-bilik pesantren secara lebih intim dalam karakternya yang lekat dengan Islam tradisi, tapi berpikiran terbuka dengan gagasan-gagasan milenial.

Deva mengklarifikasi bahwa kehidupan pesantren itu memiliki beragam latar belakang. Salah satu usahanya untuk mengenalkan kehidupan pesantren kepada khalayak umum ialah melalui berperan sebagai seorang putra kiai di film ini.

"Ini adalah cerita fiksi, interpretasi saya tentang kehidupan seorang Gus tidak bisa disamakan dengan kehidupan Gus di dunia nyata. Saya hanya menghadirkan satu karakter yang saya dapat dari riset untuk kebutuhan film ini. Ini perlu saya tegaskan supaya penonton tidak menginterpretasikan bahwa kehidupan Gus itu sama seperti karakter yang saya bawakan dalam film ini. Karakter Gus itu banyak sesuai dengan lingkungan pesantren mereka masing-masing," pungkasnya. (*/H-2)

BERITA TERKAIT