03 November 2019, 17:00 WIB

Empat Srikandi Pemerintahan Kawal Ekonomi Digital


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. Connect 2019
 Dok. Connect 2019
Pembicara di Konferensi Connect 2019

AJANG konferensi Connect 2019 yang diselenggarakan oleh Traya dan Kita Tama, diawali dengan tampilnya empat “srikandi” dari berbagai kementerian yang memiliki tugas yang kurang lebih sama, yaitu mengawal ekonomi digital di Republik Indonesia.

Berbicara pada sesi pertama yang bertajuk “Indonesia’s Digital Economy Empowerment Through Innovation and Collaboration”, empat punggawa pemerintahan yang semuanya perempuan itu menyampaikan langkah-langkah yang telah disiapkan oleh masing-masing kementerian untuk makin meningkatkan ekonomi digital Indonesia.

Keempatnya adalah: Septriana Tangkary (Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika), Iriana Trimurty Ryacudu (Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Kementerian Perdagangan),  Destry Anna Sari (Asisten Deputi Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM), dan Endang Suwartini (Direktur Industri Kecil dan Menengah  Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian). Diskusi dimoderatori oleh Donny BU, Executive Director ICT Watch.

Keempatnya menyampaikan paparan masing-masing yang menunjukkan bahwa pemerintah telah menyadari pentingnya mempersiapkan era ekonomi digital dengan cara menyiapkan langkah-langkah strategis, mulai dari hulu ke hilir.

Endang Suwartini memaparkan strategi Kementerian Perindustrian dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, salah satunya adalah dengan menggelar e-smart IKM .

"Program ini telah memberdayakan sebanyak 7000 lebih IKM di seluruh Indonesia dengan cara mengajak mereka untuk “go digital” dan bergabung dengan marketplace yang telah ada," katanya.

Destry Anna Sari memaparkan strategi Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka “menaikkelaskan” UMKM dan memoderenisasi koperasi. Program yang diselenggarakan dalam strategi digitalisasi UMKM tersebut misalnya adalah Pasar Rakyat Tematik dengan lima kebaruan, yaitu dalam hal merevitalisasi pasar, pengembangan ikon lokal, pengelolaan secara profesional, konsep bisnis yang terintegrasi, dan terintegrasi secara digital.

 

Baca Juga: Digitalisasi Menuju Korporasi Koperasi

 

Iriana Trimurty Ryacudu memaparkan strategi pengembangan ekspor Kementerian Perdagangan di era ekonomi digital. Salah satu program unggulannya adalah Membership Service.

"Yaitu layanan informasi daring yang komprehensif yang memadukan berbagai jenis layanan pengembangan ekspor kepada pelaku usaha/ eksportir yang terdaftar sebagai anggota dalam satu website," ujarnya

Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika, menegaskan bahwa, Indonesia merupakan negara yang sedang tumbuh dan sedang cantik-cantiknya dalam hal ekonomi digital.

"Tak heran jika negara-negara lain sedang melirik kepada Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah membangun segala lini, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia, yang menopang ekonomi digital.” kata Septriana Tangkary.

Sebagai gambaran, menurut Google, Temasek, dan Bain & Company, dalam penelitian terbaru mereka (2019) tentang pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, yang bertajuk Swipe up and to the right: Southeast Asia’s $100 billion Internet economy’, Indonesia dilaporkan merupakan negara dengan pertumbuhan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun ini.

Diperkirakan nilainya akan mencapai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp566 triliun) dan akan terus naik dalam enam tahun ke depan. Pada 2025 mendatang, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai 133 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.882 triliun. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT