03 November 2019, 15:30 WIB

13 Tewas dalam Serangan Bom Mobil Dekat Perbatasan Turki-Suriah


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Bakr Alkasem
 AFP/Bakr Alkasem
Warga berdiri di dekat motor yang terbakar akibat ledakan bom di Tal Abyad

SEBANYAK 13 orang tewas dalam ledakan bom mobil di sebuah kota Suriah, berbatasan dengan Turki. Hal itu dikabarkan Kementerian Pertahanan Turki. Ledakan pada Sabtu (2/11) menyasar pasar ramai di Tal Abyad, kota yang dikendalikan pejuang oposisi yang didukung Turki.

"Berdasarkan temuan awal, 13 warga sipil tewas dan sekitar 20 lainnya terluka," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam sebuah pernyataan.

Kota di timur laut itu sudah beberapa kali mengalami pertempuran sejak militer Turki melancarkan operasi di timur laut Suriah bulan lalu melawan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang dipelopori oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), sekutu Amerika Serikat dalam perang melawan kelompok Islamic State (IS).

Seorang koresponden kantor berita AFP di Tal Abyad melihat kerangka dua sepeda motor terbakar di tengah jalan yang dipenuhi puing-puing.

Baca juga: Milisi SDF Mulai Tarik Diri dari Perbatasan Suriah-Turki

Sekelompok pria membawa mayat korban yang terbakar ke bagian belakang truk pikap, sementara seorang wanita muda berjilbab berdiri syok di pinggir jalan.

Kelompok pemantau perang yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan pejuang pro-Turki dan warga sipil termasuk yang tewas dan terluka dalam ledakan mobil.

"Kami mengutuk serangan tidak manusiawi yang diotaki PKK/YPG ini, menyerang warga sipil tak berdosa Tal Abyad yang kembali ke rumah dan tanah yang dibebaskan oleh Operasi Musim Semi Perdamaian Turki," kata Kementerian Pertahanan Turki melalui akun Twitter.

Belum ada kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berbasis di Turki dicap sebagai kelompok teroris oleh Ankara, Amerika Serikat dan Uni Eropa. PKK melancarkan pemberontakan separatis terhadap negara Turki sejak 1984.

Ankara menganggap YPG sebagai kelompok teroris karena hubungannya dengan pemberontak PKK di Turki tenggara.(AFP/Al Jazeera/OL-5)

BERITA TERKAIT