03 November 2019, 12:46 WIB

Kementan Dukung Konsel Jadi Lumbung komoditi Hortikultura


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
 Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, (kedua dari kanan) melakukan kunjungan ke Konda, Konawe Selatan, Sultra.

PERINGATAN Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 yang berlangsung pada 1-5 November 2019 telah dibuka secara resmi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Acara pembukaan HPS 20`19 tersebut dihelat di lokasi gelar teknologi tepatnya di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (2/11).

Peringatan HPS merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun. Pada acara HPS 2019, Mentan Syahrul Limpo menekankan tujuan HPS harus menumbuhkan kesadaran bersama terhadap potensi sumber daya alam serta tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Merespon hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, bersama jajarannya dengan bergerak cepat turun ke lapangan mengunjungi wilayah yang berpotensi untuk pengembangan komoditas hortikultura.

Ia bersama jajaran Kementan melakukan kunjungan ke Kecamatan Konda, dan berdialog dengan Kelompok Tani Cerah Sejahtera yang diketuai Sardi.

"Konsel memiliki potensi sumber daya yang alam yang besar untuk pengembangan komoditi hortikultura seperti bawang merah, tomat dan cabai," kata Prihasto Setyanto saat berdialoh dengan Kelompok Tani Cerah Sejahtera di Desa Lamomea Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sultra, Minggu (3/11).

Dalam kunjungan ini, dengan didampingi Kepala Bidang Hortikultura Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Asmianto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Konsel Nana Sudarna, Prihasto melakukan tanam perdana bawang merah varietas Lokananta dan meninjau areal pertanaman cabai dan tomat.

"Petani adalah pelaku utama dalam kemandirian pangan, sehingga ini sudah menjadi komitmen setiap pegawai Kementan apalagi penyuluh, harus dekat dengan petani dan bisa memahami apa yang menjadi permasalahan dan harapan mereka," tutur Prihasto.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Asmianto menuturkan bahwa dirinya pernah menjadi penyuluh perrtanian.

Ia mengapresiasi pesan Mentan saat pembukaan HPS 2019 bahwa pendampingan dan penyuluhan sangat penting terutama dalam adopsi teknologi baru.

"Apalagi program Pak Menteri akan menjadikan penyuluh sebagai garda terdepan untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa," ucapnya.

Sementara itu, penyuluh pertanian yang bertugas di Badan Penelitian Pengembanan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K) Konda, Iswati mengatakan petani yang menanam tomat di daerahnya bisa mendapatkan keuntungan 30 juta dari menanam 5.000 batang pohon.

"Rata-rata per pohon menghasilkan panen 2 kilogram," kata Iswati.

Sardi, 28, petani muda yang juga alumni Fakultas Ekonomi, jurusan akuntansi Universitas Haluoleo melaporkan bahwa Kelompok Tani Cerah Sejahtera telah mengambangkan cabai besar varietas Darmais dan Pilar.

Ia mengatakan kelompok taninya menghasilkan 20 ton cabai per hektare dan cabai rawit varietas super putih dengan produktivitas mencapai 15 ton per hektare.

"Kami juga membudidayakan tomat varietas Servo F1 dan Timoti yang produktivitasnya mencapai 40 to per hektar," Ujar Sardi.

Menurut Sardi, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas pertanian harus ditangani profesional dengan penerapan inovasi teknologi maju serta prinsip good agricultural practices (GAP) sehingga bukan hanya mutu yang lebih baik tapi juga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Sardi bersama kelompoknya telah menggunakan teknologi sprinkle untuk pengairan, budidaya yang ramah lingkungan, penggunaan likat kuning dan tanaman border dengan jagung dan tanaman bunga untuk pengendalian hama. (OL-09)

BERITA TERKAIT