02 November 2019, 19:36 WIB

Masjid Nursiah Daud Paloh Latih Dakwah Menggugah


Ade Alawi | Humaniora

ADE ALAWI/MI
 ADE ALAWI/MI
Wahyu Wiwoho meminta seorang peserta tampil ke depan berbicara

PULUHAN peserta diminta berdiri, kemudian diminta mengucapkan huruf vokal sembari menahan nafas di perut. Peserta tampak antusias mengikuti arahan. Mereka merasakan sensasi berbeda saat belajar olah vocal.

Itulah suasana Pelatihan Public Speaking dan Khutbah di Masjid Nursiah Daud Paloh, Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (2/11), yang dipandu Presenter Metro TV Wahyu Wiwoho.

Wahyu yang menyampaikan materi How to be a good public speaker mengatakan, latihan olah vokal bisa menciptakan artikulasi yang jelas. "Pesan pun mudah dipahami," katanya.

Setelah mengetahui materi yang akan disampaikan, kata dia, seorang pembicara harus memiliki vocal dan bahasa tubuh yang baik. "Ingat, your vocal is your weapon, kontak mata pun perlu dilakukan dengan audiens. Jangan asyik sendiri alias harus komunikatif," pungkasnya.

Di tempat yang sama,  Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah dan Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Ahmad Yani, yang menyampaikan materi Fiqih dan Adab Khutbah, mengatakan khutbah tidak sekedar terpenuhi rukun agar salat JUmat sah. "Yang terpenting  kita harus menyampaikan pesan dengan baik, penuh semangat, dan menarik," ujarnya.

Dia mengatakan khatib harus menguasai materi dakwah dengan singkat, padat, sistematis dan variatif. "Khatib jangan terlalu tekstual. Bahasanya harus mudah dipahami dan ilustrasi yang menarik. MIsalnya, dengan contoh dan kisah," tuturnya.

Di sisi lain,  Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zakaria Syihabuddin, mengatakan dakwah dengan moderasi Islam perlu diketengahkan kepada umat untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang majemuk, sementara Islam mengakui bahwa perbedaan itu adalah sunatullah untuk saling mengenal dan bersilaturrahim.

Dengan materi tentang Dakwah Bervisi Kebangsaan, Zakaria mengatakan ada empat aspek dalam moderasi Islam, pertama al adalah, menyerahkan amanah kepada yang berhak dan menegakkan hukum dengan adil, kedua al tasamuh, melaksanakan toleransi beragama secara benar. "Kita harus Menghormati perbedaan agama dan tidak mencela keyakinan agama umat lain," kata Zakaria dihadapan puluhan peserta yang terdiri dari  aktivis masjid, aktivis rohis SMA, dakwah kampus, dan penggiat dakwah se Jabodetabek.

Ketiga, kata dia, al tawazun, menjaga keseimbangan, mengedepankan keserasian dan keselarasan dalam beragama. "Keempat, al taharum, menebarkan kasih sayang, persahabatan dan cinta kepada sesama. Bukan kebencian dan permusuhan," jelasnya.

Selain memberikan teori dakwah, Zakaria yang menyampaikan topik Dakwah Bervisi Kebangsaan, juga meminta beberapa peserta tampil ke depan untuk berbicara, baik menyampaikan ceramah atau khutbah dalam bingkai kebangsaan.

Dewan Pembina DKM Nursiah Daud Paloh Arif Nugroho mengapresiasi Pelatihan Public Speaking dan Khutbah. Selain bisa memperkaya kemampuan peserta saat tampil berbicara di depan publik, termasuk khutbah Jumat, kata dia, Media Group bisa bersilaturrahim dengan para aktivis masjid dan penggiat dakwah. Peserta pelatihan dibatasi hanya 50 peserta. (OL-4)

BERITA TERKAIT