02 November 2019, 18:45 WIB

Penempatan PKL di Trotoar Ramah Pejalan Kaki dan Lingkungan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Trotoar di kawan Jl. MH Thamrin Jakarta.

DINAS Bina Marga pemerintah provinsi (pemprov) DKI, Hari Nugroho menuturkan pihaknya akan menempatlan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan trotoar yang tidak mengganggu pejalan kaki dan ramah lingkungan.

Saat ini Pemprov DKI tengah merancang masterplan penempatan PKL di titik lokasi kawasan trotoar. "PKL sendiri kan ada kriterianya. Kita lagi buat kriterianya. Konsepnya misalnya (PKL) ramah lingkungan, ada jam waktu pedagang (berjualan)," kata Hari di Jakarta, Sabtu (2/11).

Sebanyak tiga kawasan trotoar yang dipastikan menjadi penempatan PKL di tahap awal yakni Cikini, Kramat, dan Sudirman-Thamrin.

Masterplan penempatan PKL masih menunggu selesainya masterplan yang disusun oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta. "Jika sudah memungkinkan dan diperbolehkan pimpinan, ya maka oke (penempatan PKL)," kata Hari.

Baca juga: Pemprov DKI Susun Masterplan Penempatan PKL Di Trotoar

Diketahui dalam ketentuan soal kegiatan usaha kecil formal atau pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar, diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.

"Di aturan teknisnya itu kan dimungkinkan kalau (lebar) trotoarnya lebih dari 5,5 meter (bisa ditempatkan PKL), karena multifungsi. Yang penting tidak menganggu pejalan kaki," jelas Hari.

Ia menambahkan," Jadi ada banyak faktor yang nantinya bisa ditetapkan atau dikeluarkan lewat peraturan walikota atau gubernur," tandasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT