02 November 2019, 13:45 WIB

Musim Pancaroba Sudah Dimulai pada Awal November


Cindy Ang | Humaniora

ANTARA/Rahmad
 ANTARA/Rahmad
Awan hitam Cumulonimbus bergelayut di langit Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

HUJAN mulai mengguyur sebagian wilayah Indonesia, khususnya Ibu kota. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkan awal musim hujan mulai terjadi pada November 2019.

"Sekian besar wilayah Indonesia masuk (musim hujan) pada November 2019. Kecuali wilayah Sumatra dan Kalimantan itu sudah dimulai sejak pertengahan Oktober 2019," jelas Humas BMKG Ririn saat dihubungi, Sabtu (2/11).

Ririn memaparkan kejadian ini biasa disebut sebagai musim pancaroba. Yakni adanya peralihan musim dari kemarau menjadi musim hujan.

Pada masa transisi ini, kata dia, kerap berpotensi hujan lebat hingga ekstrem. Bahkan disertai angin kencang, petir maupun puting beliung.

"Kalau Oktober ke November 2019 ini ada masa jeda atau transisi. Biasanya ada cuaca-cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang, dan berpotensi puting beliung," tutur Ririn.

Baca juga: KLHK Sebut Tiga Perusahaan Lakukan Pembakaran Berulang

Sebagian wilayah yang sudah mulai memasuki musim hujan, lanjutnya, berada di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Palembang dan Riau. Daerah lainnya yakni Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi dan sebagian Papua Barat.

"Wilayah Jabodetabek, khususnya Pulau Jawa itu juga sudah masuk masa pancaroba," sambung Ririn.

BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai khususnya angin puting beliung ataupun angin kencang. Gejala tersebut dapat terlihat saat cuaca berubah panas pada malam hari. Cuaca tersebut bertahan hingga pagi hari. Sekitar pukul 10.00 WIB, akan terlihat awan putih berubah menjadi abu-abu hingga hitam.

Ririn melanjutkan hujan yang pertama kali turun ketika awan hitam muncul adalah hujan lebat. Tiba-tiba hujan itu berubah menjadi gerimis.

"Awan ini yang berpotensi mengakibatkan angin puting beliung. Jika melihat gejala itu, masyarakat harus bisa melindungi diri misalkan tidak boleh berlindung di bawah pohon," terang Ririn. (OL-2)

BERITA TERKAIT