02 November 2019, 13:30 WIB

MRT Targetkan 550 Ribu Penumpang Per Hari Saat Fase 2 Selesai


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
Penumpang menaiki Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun Fatmawati, Jakarta

PT MRT Jakarta tengah membangun MRT Fase 2 dari Bundaran HI ke Kota dengan jarak tempuh 5,8 km. MRT Fase 2 itu akan memiliki tujuh stasiun yang seluruhnya berada di bawah tanah. MRT Fase 2 ditargetkan selesai pada 2024 dan beroperasi pada 2025.

Dengan selesainya pembangunan MRT koridor selatan-utara Lebak Bulus-Kota, MRT Jakarta pun menargetkan peningkatan jumlah penumpang hingga lima kali lipat.

Hingga akhir tahun ini, penumpang MRT Jakarta Fase 1 dari Lebak Bulus-Bundaran HI ditargetkan 100 ribu penumpang per hari.

"Dengan beroperasinya sampai ke Kota, kami harapkan jumlah penumpang naik sampai 551.200 penumpang perhari," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat dihubungi, Sabtu (2/11).

Baca juga: Selesai Direnovasi, Halte Tosari Resmi Beroperasi

William menyebut kenaikkan penumpang yang sangat signifikan tersebut dapat tercapai karena akan ada potensi penambahan jumlah penumpang dari pengendara pribadi yang bekerja di daerah Jalan Medan Merdeka Barat Hingga Jalan Hayam Wuruk atau Kota.

Penambahan penumpang juga diprediksi cukup banyak karena adanya integrasi dengan Trans-Jakarta. Terlebih lagi, terdapat titik pertemuan penumpang Trans-Jakarta dari beberapa kawasan selatan, utara, timur, dan barat di titik transit Harmoni.

"Kita juga memperkirakan akan ada banyak potensi penumpang dari Stasiun Kota dan Halte Trans-Jakarta di Kota Tua. Karena kita tahu sendiri kawasan itu juga kawasan transit dan kawasan pertemuan dari orang-orang yang beraktivitas di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Dari situlah nanti penumpang akan sangat bisa bertumbuh," ungkapnya.

William pun menjanjikan MRT dan Trans-Jakarta serta KRL Commuterline di Kota akan terintegrasi.

"Tentu ini akan kita integrasikan secara fisik. Orang akan mudah berpindah moda nantinya," tegasnya.

Jarak antarstasiun di Fase 2 akan bervariasi antara 600 meter hingga 1 km.

Sementara itu, William menambahkan karena adanya penyempitan jalur, peron MRT akan menggunakan sistem bertingkat atau Stacked Tunnel di antara Harmoni hingga Glodok. Sementara dari Glodok hingga Kota, peron akan kembali menggunakan sistem yang sama dengan yang ada saat ini yakni berada di lantai yang sama.

"Jadi nanti MRT Fase 2 akan lebih dalam antara 17 meter dan 36 meter di bawah tanah. Di Harmoni ada penyempitan jalur karena ada sungai. Sehingga nantinya jika ingin berpindah peron penumpang harus turun atau naik satu lantai," ungkap William. (OL-2)

BERITA TERKAIT