02 November 2019, 10:35 WIB

Maudy Koesnaedi: Menikmati Main di Seni Pertunjukan


Syarief Oebaidillah | Hiburan

MI/PERMANA
 MI/PERMANA
Maudy Koesnaedi

NAMANYA di dunia seni pertunjukan sudah tidak asing lagi. Namun, Maudy Koesnaedi, 44, tak menampik bahwa dirinya memiliki kendala ketika harus berakting di atas panggung.

Hal yang paling menantang, menurutnya, ialah ketika harus menyanyikan tembang Jawa tradisional (nembang). Menurut istri Erik Meijer ini, nada jangkauan tembang Jawa cukup tinggi. Merasa bukan penyanyi, Maudy mengaku kesulitan.

“Tantangan terbesar kalau disuruh nembang. Soalnya nada musik gamelan itu se­pertinya terbatas, enggak seluas piano atau alat musik modern,” katanya di sela-sela konferensi pers wayang orang Sang Sukrasana di Jakarta.

Tidak itu saja, ibu Eddy Maliq ini menuturkan, bernyanyi tembang Jawa dalam pentas juga cukup membuatnya gugup. Belum lagi, pertunjukan wayang orang biasanya digelar secara langsung (live).

“Kalau nada awal salah, seterusnya akan salah. Itu yang membuatnya juga sulit,” ucap Maudy. Di sisi lain, untuk tarian, Maudy merasa tidak terlalu kesulitan.

Menurut Maudy, jika seorang pemeran sudah mengetahui dan mempelajari koreo­grafi dasar, seterusnya akan lancar. Itu dia rasakan saat persiapan pementasan wayang orang Sang Sukrasana yang akan digelar pada 17 November, dia menyesuaikan gerak­an tarian bersamaan dengan para pemeran lainnya.

“Untuk pementasan ini, dalam satu ade­gan narinya sama-sama semuanya, harus seragam. Saya berusaha agar narinya tidak jomplang dari yang lain, apalagi Asmara (Abigail) juga penari,” kata Maudy.

Makanan jiwa

Pergelaran Sang Sukrasana ini untuk menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November. Adanya kesempatan untuk manggung di seni pertunjukkan ini diakui membuatnya lebih menyenangkan.

“Di atas panggung pertunjukan ibaratnya sebagai ‘makanan’ buat jiwa. Ada kepuasan tersendiri bisa main di atas panggung, dan itu perlu buat saya,” ujarnya.

Kepuasan tersebut, cetus Maudy, berbeda dengan ketika dia menjadi produser di belakang panggung. “Buat pribadi saya, saya suka di pentas panggung,” ujarnya.

Terkait dengan keterlibatannya di dunia seni dan budaya, None Jakarta 1993 itu ingin mendukung segala kegiatan tentang budaya serta menyebarkannya kepada ge­nerasi muda.

“Saya selalu ingin mendukung dan ikut terlibat dengan kegiatan yang bernapaskan budaya, melalui bentuk apa pun,” kata Maudy. Upaya memperkenalkan budaya ke generasi muda, menurutnya, juga bisa dimaknai menyampaikan rasa cinta budaya dan Tanah Air. (Ant/H-1)

BERITA TERKAIT