02 November 2019, 08:30 WIB

Ribuan Orang Kembali Turun ke Jalan di Cile


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Martin BERNETTI
 AFP/Martin BERNETTI
Aksi demonstrasi di Cile

BERPAKAIAN hitam, berjalan dalam diam, dan mengangkat satu tangan dikepal, sekitar seribu perempuan, Jumat (1/11), menuntut keadilan bagi mereka yang tewas dan terluka selama dua pekan kerusuhan sosial di Cile.

Aksi mereka mengawali hari yang dipenuhi demonstrasi yang diikuti puluhan ribu orang yang menjawab seruan di media sosial untuk menggelar aksi protes.

"Keadilan, kebenara, dan tolak impunitas," teriak seorang demonstran perempuan di depan Istana Presiden di Santiago.

Mereka membawa spanduk untuk mengenang 20 orang yang tewas dan lebih dari 1.300 orang yang terluka dalam aksi demonstrasi di negara Amerika Latin itu.

Baca juga: Sekretariat APEC Dukung Keputusan Pembatalan KTT Cile

"Kami tidak akan mundur hingga pemerintah memberikan jawaban mengenai korban tewas. Kami merasa dikhianati oleh pemerintah," ujar Marco, mahasiswa berusia 22 tahun yang ambil bagian dalam demonstrasi itu.

Di Alun-Alun Plaza Italia, pusat aksi demonstrasi selama dua pekan terakhir, ribuan orang mengibarkan bendera Cile dan Mapuche, suku asli di negara itu.

Aksi demonstrasi di Cile terjadi sebagai protes atas gaji dan pensiun yang rendah, sistem kesehatan dan pendidikan yang buruk, dan jurang antara si kaya dan miskin yang lebar.

Aksi demonstrasi itu dimulai pada dua pekan lalu diawali protes atas kenaikan harga tiket metro yang berujung pada aksi vandalisme, penjarahan, dan bentrokan antara demonstran dan polisi.

Mayoritas demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Sebastian Pinera. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT