02 November 2019, 00:54 WIB

Selesai Direnovasi, Halte Tosari Resmi Beroperasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Dok. TransJakarta
 Dok. TransJakarta
Halte Tosari baru TransJakarta

PT Transjakarta hari resmi mengoperasikan Halte Tosari dengan kapasitas daya tampung dua kali lebih besar dari halte lama. Selain itu Halte Tosari yang baru memiliki tampilan desain baru yang dilengkapi dengan petunjuk digital, mesin penjual tiket otomatis, mushola, dan toilet.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono, pada saat jumpa pers di Halte Tosari Baru. Menurutnya, TransJakarta sudah memulai layanan 4.0 sejak pertengahan tahun ini.

"Satu-persatu berbagai layanan kami kembangkan dan digitalisasikan, dengan tujuan untuk memantaskan diri agar sejajar dengan negara maju lainya. Selain mensejajarkan diri pada sistem digitalisasi, kami juga ingin mensejajarkan budaya mandiri dalam menggunakan transportasi umum seperti halnya di Singapura dan Eropa," kata Agung dalam keterangan resminya, Jumat (1/11).

Halte Tosari yang baru ini berjarak 100 m dari halte tosari lama, berdimensi lebih panjang dan lebih futuristik.

Hal ini diterapkan untuk menampung jumlah pelanggan lebih banyak dan memastikan fitur lain seperti ramah disabilitas, kelengkapan petunjuk dapat menambah kenyamanan pelanggan pada saat menunggu hingga adanya mushola di halte ini.

Baca juga  : Transjakarta Tambah 59 unit Armada

Ukuran Halte Tosari baru lebih besar dua kali lipat dari halte tosari lama, luas halte sebelumnya 169 meter persegi dan yang baru menjadi 307,2 meter persegi.

“Apabila halte lama mampu menampung hingga 200an pelanggan, halte baru ini diperkirakan dapat menampung 500an pelanggan dalam waktu yang bersamaan. Demikian pula dengan bus, kini dapat menampung sekaligus 6 bus dengan 18 dermaga," tuturnya.

Halte Tosari ini adalah halte terintegrasi yang ke-3 yang terselesaikan dalam tahun ini setelah Bundaran HI dengan MRT dan Pemuda Rawamangun dengan LRT.

Selain fisik halte, tampilan yang ditingkatkan TransJakarta adalah berbagai petunjuk dalam bus. Utamanya adalah petuntuk rute perjalanan di dalam bus.

Pemasangan petunjuk ini sudah disiapkan dan akan mulai diujicobakan pada minggu depan (6 November 2019) pada bus TransJakarta koridor 1 (Blok M-Kota).

“Bagi pelanggan TransJakarta yang sudah mengerti cara menggunakan bus kami, penempatan ini akan menambah kelengkapan dan estetika. Bagi pelanggan yang baru mau coba atau baru menggunakan layanan kami, ini akan menjadi sebuah pengalaman baru yang akan menjadikan mereka lebih eksploratif dan mandiri, layaknya bertransportasi di negara maju lainnya di luar negeri,” ujar Agung.

Baca juga : Murah, Warga Beralih ke Transportasi Umum

Petugas TransJakarta akan ditempatkan untuk berfokus pada halte guna mengatur laju antrean dan keamanan.

Untuk bus, akan tersedia petugas khusus yang akan berkeliling di setiap bus untuk mengecek keadaan, memastikan keamanan dan keselamatan sekaligus menginformasikan halte tujuan selanjutnya dan gedung atau lokasi lokasi terdekat dengan halte, sehingga perlahan pelanggan hafal akan informasi perjalanan diri dan sekelilingnya.

Bagian dari pelayanan 4.0 adalah penguasaan pelanggan akan diri dan perjalanannya dan bukan lagi dipandu prinsip. Dengan konsep ini maka pelanggan tidak perlu bertanya lagi, namun tinggal membaca peta jalan.

Hal ini akan meningkatkan daya ingat dan daya eksplorasi pelanggan transportasi publik, yang pada akhirnya dengan ekslporasi terbentuklah pengalaman dan kemandirian.

“Setelah uji coba, kami akan evaluasi penerapan budaya baru ini, dengan harapan tentunya kesejajaran pengguna transportasi publik di Jakarta akan segera sama dengan pengguna transportasi publik di negara negara maju lainya, minimal seperti Singapura dan Eropa," tukasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT