02 November 2019, 03:00 WIB

KBRI Benarkan Kematian Tamam


Hym/Thm/X-11 | Internasional

ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahmam
 ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahmam
Kedutaan Besar RI di Malaysia.

KEDUTAAN Besar RI di Malaysia membenarkan Tamam bin Arsyad, seorang pekerja migran asal Bawean, Jawa Tengah, meninggal saat mengurus paspor di kantor perwakilan Indonesia di Kuala Lumpur.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Malaysia, Agung C ­Sumirat menjelaskan, Tamam bersama beberapa WNI lain sedang duduk di lantai, bersiap untuk antre pengambilan nomor antrean paspor pada Kamis (31/10) malam. Tiba-tiba Tamam lunglai dan langsung tergeletak di lantai, dan tidak lama kemudian meninggal. KBRI langsung menghubungi Kepolisian Diraja Malaysia dan ambulans. “Petugas medis yang datang melakukan pemeriksaan dan memastikan Tamam telah wafat,” ujar Agung, kemarin.

Ia juga menjelaskan, KBRI sejak 2017 telah mengembangkan beberapa inovasi untuk menciptakan layanan pelayanan dokumen. Rata-rata KBRI menerbitkan 900 dokumen setiap hari.

KBRI antara lain menambah loket pelayanan imigrasi menjadi 21 dari semula 15 loket. KBRI juga membangun ruang pelayanan baru untuk pelayanan konsuler, pendidikan, perdagangan, dan perhubungan.

Layanan lain ialah Sistem Layanan Ambil Cepat Imigrasi yang disebut berhasil memangkas waktu pengambilan paspor sampai dengan 50%. Pemohon juga tidak perlu datang kembali ke KBRI untuk pengambilan paspor karena dapat memilih lokasi kantor pos terdekat dengan wilayah tempat paspor akan diambil. (Hym/Thm/X-11)

BERITA TERKAIT