01 November 2019, 22:36 WIB

Investor Minati Transaksi Timah di JFX


Rendy Ferdiansyah | Ekonomi

Antara
 Antara
Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang 

PERDAGANGAN pasar fisik timah di Bursa Berjangka Jakarta/Jakarta Future Excange (JFX) diminati investor kendari bursa tersebut baru diluncurkan pada Agustus.

Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, hingga 25 Oktober, tercatat total transaksi pasar fisik timah sebanyak 3.224 lot dengan total nilai transaksi sebesar US$261.598.139,36.

Sedangkan pada Agustus, terjadi transaksi sebanyak 915 lot atau 4.575 ton dengan nilai transaksi US$72.689.475 dan pada September tercatat transaksi sebanyak 1.254 lot atau 6.270 ton senilai US$105.007.110. Dan pada Oktober, volume transaksi mencapai 1.055 lot dengan nilai transaksi US$83.901.554,01 per 25 Oktober.

"Besaran transaksi dalam 3 bulan ini, tentu merupakan hal yang sangat positif. Ke depan, kami optimistis perdagangan pasar fisik timah di JFX akan terus meningkat. Kami mentargetkan, sampai akhir 2020, total transaksi perdagangan pasar fisik timah akan mencapai 72.000 ton/tahun," kata Stephanus saat media gathering di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Jumat (1/11).

Baca juga: Gubernur Babel Minta Saham dan Royalti Timah 10%

Menurutnya semenjak peluncuran bursa timah murni batangan pada Agustus, JFX sebagai bursa komoditas mengambil peran dalam industri timah di Indonesia, dengan memperdagangkan timah menjadi komoditas yang ditransaksikan dalam pasar Fisik Timah Murni Batangan.

"Bersama dengan BUMN PT Kliring Berjangka Indonesia, kedua institusi ini bersinergi untuk terbentuknya harga timah pada bursa nasional yang akan menjadi acuan internasional," ungkap dia.

Dengan potensi timah yang ada di Indonesia, khususnya di Bangka, dia optimistis perdagangan pasar fisik timah murni batangan akan terus berkembang.

Selain komoditas timah, sambungnya, JFX akan terus berinovasi untuk komoditas-komoditas lain.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan, perdagangan komoditas timah di JFX dapat menjadi peluang yang besar untuk para pelaku di bisnis perdagangan timah batangan baik di Indonesia maupun internasional.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi. (Antara)

"Saat ini Indonesia menyumbangkan kurang lebih sekitar 23% market timah dunia. Dengan adanya perdagangan timah di JFX, diharapkan memberikan pilihan untuk para pelaku dalam bertransaksi," kata dia.

Untuk saat ini, harga acuan timah dunia adalah London Metal Exchange (LME). Namun, Indonesia yang memproduksi timah terbesar kedua di dunia,

JFX dan PT KBI (Persero) mempunyai harapan besar dan akan berusaha untuk menjadikan Indonesia sebagai acuan harga timah dunia.

Selanjutnya, ia mengatakan, transaksi fisik timah yang diperdagangkan di JFX terdapat adanya cetakan merek pada timah murni batangan sesuai dengan produsen masing-masing.

Dengan hal tersebut, pembeli mendapatkan jaminan dan kejelasan terhadap produk yang dibeli.

Selain itu, sambungnya, dengan mencantumkan brand pada setiap produk juga dapat menciptakan persaingan sehat antarprodusen. "Karena brand-nya tercantum, akan menjadi stimulus para produsen untuk meningkatkan kualitas dari produknya masing-masing." (X-15)
 

BERITA TERKAIT