01 November 2019, 20:03 WIB

Maksimalkan CIIE, Kemendag Coba Dongkrak Ekspor ke Tiongkok


Andhika Prasetyo | Ekonomi

AFP/Johannes Eiselle
 AFP/Johannes Eiselle
Suasana China International Import Expo (CIIE) 2018 silam

KEMENTERIAN Perdagangan akan berupaya memaksimalkan agenda China International Import Expo (CIIE) demi meningkatkan nilai ekspor ke Tiongkok.

Sebagaimana diketahui, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan yang cukup besar dengan Negeri Tirai Bambu.

Sepanjang semester pertama tahun ini, Total perdagangan Indonesia-Tiongkok tercatat sebesar 39,69 miliar dollar AS

Dari jumlah tersebut, Indonesia membukukan nilai ekspor sebesar 14,78 miliar dollar AS dan impor mencapai 24,9 miliar dollar AS.

Dengan demikian, Indonesia menderita defisit sebesar 10,1 miliar dollar AS.

Baca juga : Mendag Diminta Susun Strategi Perdagangan yang lebih Ekstensif

"Ini kesempatan kita untuk memperbaiki neraca perdagangan. Kita harus manfaatkan platform ini sebagai intrumen untuk meningkatkan ekspor," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

CIIE merupakan pameran produk impor tahunan yang akan menampilkan ribuan komoditas yang berasal dari 172 negara.

Acara tersebut diproteksikan akan dikunjungi lebih dari 150.000 orang.

Sebanyak 17 perusahaan nasional akan berpartisipasi dalam pameran dagang bertaraf internasional itu.

"Perusahaan kelapa sawit, kopi, teh, sarang burung walet, makanan dan minuman, aneka bumbu, biofuel dan biji plastik akan ikut serta. Kami harap mereka bisa menarik banyak pembeli dan menjalin kontrak kerja sama dengan para pebisnis Tiongkok," ucapnya.

CIIE akan dilaksanakan pada 5-10 November mendatang dan dibuka langsung Presiden Tiongkok Xi Jinping. (OL-7)

BERITA TERKAIT