01 November 2019, 20:05 WIB

Intermediate, Eksperimen dan Karakter Sir Dandy


Fathurrozak | Weekend

MI/Fathurrozak
 MI/Fathurrozak
Penampilan Sir Dandy dalam peluncuran mini album Intermediate.

Bila sewindu silam melalui petikan gitar yang sederhana Jakarta didefinisikan sebagai Motor City, kini Jakarta direpresentasikan dengan MRT (Mudah-mudahan Ramai Terus). Dalam rilisan mini album bertajuk Intermediate, Sir Dandy masih berbicara narasi-narasi urban.

Intermediate dirilis pada Jumat (25/10) berisi enam trek. MRT, Jurnal Risa, Jon Snow, Kisah G.o.T, Navigasi, dan Biarin. Judul trek terakhir merupakan puisi milik penyair Yudhistira ANM Massardi.

Secara komposisi musik, instrumen dalam mini album ini terdengar lebih padat dan berisi, bila dibandingkan dengan album perdana Dandy, Lesson #1. Bila menyandingkan antara Jakarta Motor City dan MRT, misalnya, memiliki kesamaan tema dan secara kebetulan sebagai rekaman masa, MRT telah dibubuhkan instrumentasi yang lebih berlayer. Juga sematan distorsi gitar elektrik. Sementara Jakarta Motor City, kuat dengan petikan gitar akustik dan tamborin.

Kalau bisa disebut, dari keenam trek pada Intermediate, Kisah G.o.T bisa dianggap yang paling berhasil sebagai bentuk eksperimen musisi asal Bandung ini. Dibantu dengan unsur gitar elektrik komposisi dari Iga Massardi, yang saling mengisi dengan gitar akustik dan bass Riko Prayitno, serta string yang dibubuhkan Achi Hardjakusumah, membawa lirik-lirik sederhana Kisah G.o.T yang juga dikonsep dengan suara latar lebih terdengar berkarakter. Sehingga mendengarkan Kisah G.o.T antara versi audio dan dengan dibawakan langsung menjadi sangat kontras.

Berbeda dengan trek lain, tanpa mendengarkan salah satu versi antara audio dan live, kita masih tetap bisa menikmati. Dengan cara seperti Sir Dandy yang bersandar pada akustik, kelima trek masih sangat bisa dicerna. Sementara, Kisah G.o.T punya dimensinya tersendiri, baik versi audio dan live. Atau bahkan, Kisah G.o.T memang sebenarnya tampak didesain hanya untuk diperdengarkan secara audio.

Keseharian

Intermediate, secara harafiah bermakna semenjana-menengah, masih berkutat pada tema-tema keseharian yang sangat lekat dengan kehidupan urban, seperti pada album perdana musisi bernama Dandy Harrington ini. Kejenakaan juga masih menjadi karakter kuat. Perbedaannya pada sisi komposisi instrumen musik yang lebih padat dan mixing yang serius.

Mengusung tema populer urban, Intermediate bisa diartikan sebagai resonansi kehidupan kaum kelas menengah urban. Mereka yang menyaksikan series Game of Thrones, mengikuti tayangan mistis Jurnal Risa, mobilitas manusianya menggunakan moda transportasi MRT. Atau, kebiasaan memesan makanan menggunakan layanan ojek daring, yang secara gamblang terpampang lewat trek Navigasi.

Pada MRT, penggalan lirik berbunyi "Problema hidup di Jakarta. Habis waktuku di jalan raya. Kita tak diberikan banyak pilihan. Semua angkutan bikin tua di jalan. ... O o o jek dan taxi online sedikit memang memberikan bantuan. Tapi bisa sampai kapan." Merupakan pernyataan sekaligus deskripsi yang cermat oleh Sir Dandy, atas situasi kota dan interaksi manusianya.  

"Mungkin enggak selalu sengaja direncanakan menjadi tema. Karena gue merupakan bagian dari sistem transportasi yang ada di ibukota dan penduduk ibukota. Alam bawah sadar gue udah merekam dan bisa diangkat jadi tema lagu. Karena saat itu MRT juga rame diomongin terus, jadi nangkep dan diolah untuk dijadikan tema," papar Dandy saat ditemui usai showchase mini album Intermediate di Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

Walau terbilang lebih padat, toh progresi chord gitar yang diisi Sir Dandy masih sederhana tanpa perpindahan yang kontras. Komposisi sederhana itu dimaknai sebagai suatu yang semenjana, intermediate.  

"Saya ingin mencoba untuk tidak terlalu fokus ke lirik atau penulisan liriknya seperti album saya sebelumnya, yang juga memang sederhana. Album kedua mengimbanginya dengan karya yang mainannya lebih serius, berisi, toh orang juga sudah tahu dari menebak liriknya siapa saya. Jadi ini memberi kejutan dengan bisa main dari aransemen musik, intinya tetap menjaga musik yang enak dan proper untuk konsumsi audio," tambahnya.

Sebagai pemanas mesin kreatif Sir Dandy, beberapa nomor di Intermediate rasanya masih akan tetap relevan dan ikonik hingga beberapa masa selanjutnya. Seperti yang terjadi pada Lesson #1, lewat Anggur Merah, Jakarta Motor City, atau Sekdrag-nya. Tampaknya, Kisah G.o.T, MRT, juga bakal demikian. (M-3)

Baca juga : Angkat Hak Perempuan di Si Manis Jembatan Ancol

 

BERITA TERKAIT