01 November 2019, 20:00 WIB

Jaksa Agung Siap Sisir Kasus Korupsi Mangkrak


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah
Jaksa Agung periode 2014-2019 HM Prasetyo (kanan) memberikan buku Bakti Adhyaksa kepada Jaksa Agung yang baru ST Burhanuddin (kiri).

JAKSA Agung ST Burhanuddin berkomitmen untuk menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang penanganannya terkesan jalan di tempat. Dia juga berjanji akan menindak oknum jaksa yang dinilai bekerja kurang maksimal.

Persoalan lain yang membebani Korps Adhyaksa ialah banyaknya terdakwa praktik lancung yang justru divonis bebas oleh pengadilan. Dengan realitas tersebut,  kejaksaan harus bekerja ekstra untuk memperbaiki citra korps di mata publik.

Baca juga: Kejaksaan Agung Nantikan Putusan Formal Kasasi MA

"Kita akan perbaiki para personel dan kemudian kita teliti di mana kelemahannya. Kalau memang kita yang lemah, jaksa yang lemah, ya kita akan tindak," ujar Burhanuddin kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (1/11).

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melayangkan gugatan praperadilan kepada jaksa agung atas 10 kasus mangkrak yang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Beberapa kasus yang digugat karena diduga jalan di tempat, yaitu cessie Bank Bali yang mangkrak sejak 2005, kredit macet Bank Mandiri di PT Lativ (2007), Indosat IM2 (2013), kondensat (2018), hibah dana bansos Provinsi Sumatera Selatan yang penyidikannya berlangsung selama 2 tahun namun belum ditetapkan tersangkanya.

Burhanuddin mengaku dalam waktu dekat akan mengkaji dan memanggil jajarannya yang menangani kasus-kasus tersebut. Permasalahan pun akan diinventarisasi termasuk memburu para tersangka yang buron.

"Kita berkewajiban menuntaskan semua perkara itu. Kita akan lanjutkan. Informasi dari MAKI itu menjadi masukan untuk saya yang baru (menjabat Jaksa Agung). Kasusnya pasti kita teruskan," ujarnya. (Gol/A-3)

BERITA TERKAIT