01 November 2019, 17:45 WIB

KP Sebut Semua Kandidat Bebas Bertemu dengan Voters


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ANTARA/Aprillio Akbar.
 ANTARA/Aprillio Akbar.
Budiman Dalimunthe

ANGGOTA Komite Pemilihan (KP) Budiman Dalimunthe mengatakan sesuai statuta PSSI dan elekctoral code, pihaknya tidak memfasilitasi para kandidat untuk bertemu para voters. Menurutnya, setelah diumumkannya 11 daftar calon tetap 23 Oktober lalu, semua kandidat boleh menemui voters.

"Semua kandidat boleh bertemu dengan voters, silakan cari sendiri dong, masa iya kita, kita kan bukan tim sukses," ujar Budiman, ketika dihubungi, Jumat (1/11).

Ia mengatakan pihaknya telah memberi tahu 86 voters, yang terdiri 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 22 klub Liga 2, 10 klub Liga 3, 1 asosiasi futsal, dan 1 asosiasi sepak bola wanita perihal adanya 11 caketum PSSI.

Setelah itu, para kandidat dipersilakan bertemu voters menyampaikan visi misinya.

Ia mengatakan pihaknya meminta laporan kepada para kandidat mengenai aktivitas para kandidat untuk bertemu para voters agar terkoordinasi dan tidak adanya bentrok.

Baca juga: Iwan Bule Diingatkan Jangan Seperti Edy Rahmayadi

"Tapi, yang melapor hanya Bung Kusnaeni dan Vijaya. Ini kan baik biar mereka ini tidak berbarengan ketika bertemu voters," ungkapnya.

Maka dari itu, Budiman mengaku heran mendengar pernyataan para caketum yang menyatakan tahapan pemilihan tidak jelas.

Menurutnya, segala informasi telah diberi tahu dan dijelaskan baik langsung maupun melalui media massa.

"Iya, makanya saya tidak mau mengomentari soal itu. Tahapannya jelas kita sesuai statuta dan electoral code. Apa mereka tidak baca, ya, saya tidak tahu. Mungkin ini mereka sudah tahu tidak terpilih makanya bikin kisruh," ungkap Budiman.

Sebelumnya, sembilan calon ketua umum PSSI protes soal tahapan Kongres PSSI. Mereka adalah Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong dan Sarman El-Hakim.

Fary Djemy Francis mengaku dirinya tidak difasilitasi bertemu 86 voters tersebut. Ia mengatakan pada awalnya pihak Komite Pemilihan (KP) menjanjikan sosialisasi pasa pada 26 hingga 30 Oktober dan ditutup dengan sesi debat pada 31 Oktober.

Namun, Fary mengaku hingga satu hari jelang kongres dirinya belum bertemu para voters untuk menyampaikan program yang ia usung.

"Kami dijanjikan dipertemukan dengan voter kami tapi itu tak digelar. Kami tak tahu siapa voternya dan tata cara pemilihannya," kata Fary. (OL-2)

BERITA TERKAIT