01 November 2019, 16:10 WIB

Dirjen Pajak Tegaskan Fokus pada Penerimaan di Sisa Tahun


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA/Nova Wahyudi
 ANTARA/Nova Wahyudi
Dirjen Pajak Suryo Utomo saat diambil sumpahnya, Jumat (1/11).

DIREKTUR Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo yang baru saja dilantik belum banyak menjabarkan strategi yang akan dilakukan dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak.

Seusai pelantikan, ia hanya mengatakan akan memperkuat konsolidasi internal untuk mengawal penerimaan di sisa tahun ini.

"Kita akan konsolidasi dulu. Apa yang perlu dikuatkan untuk melanjutkan yang kemarin. Dari situ kita akan bisa memetakan hal-hal apa yang perlu dipercepat," ujar Suryo di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (1/11).

Saat ini, lanjut dia, pihaknya akan fokus pada penyelesaian tugas di sisa 2019. Pasalnya, per Agustus lalu, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp801,02 triliun atau 50,78% dari target APBN 2019 yang dipatok Rp1.577,56 triliun.

"Kita selesaikan dulu yang ada di depan mata. Kita akan fokus terhadap penerimaan pajak. Berbagai upaya yang peru dilakukan akan kita lakukan," tandasnya.

Baca juga: Sri Mulyani Nilai Suryo Utomo Tepat Tangani Ditjen Pajak

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui kinerja penerimaan negara sedang sangat lemah. Pasalnya, sebanyak 70% dari total penerimaan berasal dari pajak. Sementara, penerimaan pajak sendiri belum maksimal.

"Jadi ini memang sangat berat," tutur Sri Mulyani.

Ia pun memastikan akan ada shortfall atau kekurangan penerimaan pajak di 2019. Namun, ia enggan menyebut secara rinci berapa besar angka yang meleset dari bidikan awal.

Karena terjadi kekurangan penerimaan, secara otomatis defisit APBN pun akan melebar.

"Defisit bisa sampai 2%-2,2% dari PDB. Naik dari 1,86%," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT