01 November 2019, 15:45 WIB

Kisruh Jelang Kongres PSSI Berlanjut


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

 ANTARA/Hafidz Mubarak A
  ANTARA/Hafidz Mubarak A
Kantor PSSI

KISRUH jelang Kongres PSSI terus berlanjut. Jika sebelumnya jadwal kongres 2 November 2019 menjadi persoalan, kali ini, para calon ketua umum mengaku tidak dipertemukan dengan voters.

Voters merupakan para pemilik suara pada kongres nanti. Seperti diketahui ada 86 voters yang terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 22 klub Liga 2, 10 klub Liga 3, 1 asosiasi futsal, dan 1 asosiasi sepak bola putri.

Salah satu calon ketua umum PSSI Fary Djemy Francis mengaku dirinya tidak difasilitasi bertemu dengan 86 voters tersebut.

Ia mengatakan, pada awalnya, Komite Pemilihan (KP) menjanjikan sosialisasi pada 26 hingga 30 Oktober dan ditutup dengan sesi debat pada 31 Oktober.

Baca juga: Inilah Alasan La Nyalla Mundur Dari Pencalonan Ketum PSSI

Namun, Fary mengaku, hingga satu hari jelang kongres, dirinya belum bertemu para voters untuk menyampaikan program yang ia usung.

"Kami dijanjikan dipertemukan dengan voter kami tapi itu tidak digelar. Kami tidak tahu siapa voternya dan tata cara pemilihannya," kata Fary, ketika ditemui di Fx Senayan, Jakarta, Jumat (1/11).

Ia menduga hal ini berkaitan dengan upaya para pengurus PSSI yang sekarang untuk kembali mengamankan tempat di kepengurusan 2019-2023 mendatang.

"Kami bersepakat ajak voter tergerak hatinya agar KLB berjalan sebagai mana yang diimpikan. Pengalaman kongres sebelumnya. Pergerakan yang kita sebut dengan ada semacam indikasi pergerakan exco yang masih terus pertahankan exconya. Voter kami imbau kritis dan menggunakan hari nuraninya," kata Fary.

Senada dengan Fary, caketum lainnya Arif Putra Wicaksono mengaku kecewa tidak ada sosialisasi kepada para voters. Arif mengatakan ia tidak bisa menyampaikan program serta visi-misi kepada para voter.

"Saya hanya menyampaikan kekecewaan saya sebagai calon yg tidak bisa presentasi program saya, padahal saya bukan hanya sebatas program biasa tp sudah ada skema pembiayaan yg nilai nya triliunan dr International dan nasional," kata Arif. (OL-2)

BERITA TERKAIT