01 November 2019, 16:45 WIB

Fokus Belajar di Korea, PB Ikasi Belum Mau Tentukan Target


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA/INASGOC/Basri Marzuki
 ANTARA/INASGOC/Basri Marzuki
Laga anggar di Asian Games 2018

GUNA memperbaiki pencapaian medali di ajang dua tahunan terbesar di Asia Tenggara, SEA Games 2019, PB Ikasi (Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) tengah menimba ilmu di Korea. Hal ini dilakukan karena basis kekuatan anggar di Asia terletak di 'Negeri Ginseng' tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Ikasi Muslimin mengatakan, saat ini, dari total 18 atlet yang akan berlaga di SEA Games, 12 atlet sudah menimba ilmu di Korea selama 2 bulan.

Dia pun menambahkan Korea merupakan negara yang selalu berhasil memboyong prestasi di cabang olahraga anggar sejauh ini.

"Mereka (atlet) sudah di Korea melakukan training camp selama 2 bulan di sana. Mereka akan ada di sana sampai penyelenggaraan SEA Games. Saat ini jumlah atlet yang kita kirimkan ada 12 orang, putra, dan putri. Kita akan memberangkatkan 18 atlet ke ajang SEA Games nanti," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (1/11).

Baca juga: Jelang SEA Games 2019, Atlet Taekwondo Berlatih di Korea

"Basis kekuatan anggar di Asia itu ada di Korea, kemarin waktu Asian Games juga mereka juara umum. Bahkan U-23 di Thailand kemarin juga mereka juara umum dengan 7 medali emas," lanjut Muslimin.

Lebih lanjut, Muslimin menyatakan Indonesia bukan negara satu-satunya yang tengah menimba ilmu di 'Negeri Ginseng' tersebut. Vietnam juga tengah menggaet pelatih Korea untuk persiapan SEA Games mereka.

Selain itu, Muslimin juga menjelaskan mengenai peta kekuatan anggar di Asia Tenggara. Menurutnya, Vietnam masih menjadi tembok yang besar untuk bisa dilewati Indonesia.

"Di sana sebenarnya bukan cuma kita yang mengambil pelatih Korea, ada negara lain juga seperti Vietnam. Dia juga pakai pelatih Korea dan training camp di sana," tambahnya.

"Peta kekuatan di Asia Tenggara sendiri saya rasa ada di Vietnam, Thailand, dan Filipina. Kalau Vietnam memang juara umum dua tahun lalu. Saingan terdekatnya ada di Thailand dan Filipina," kata Muslimin.

Melihat kekuatan lawan, Muslimin merasa Filipina selain unggul sebagai tuan rumah, mereka juga memiliki kekuatan di nomor floret putri. Sementara itu, kesempatan bagi Indonesia menurutnya ada di nomor sable dan juga degen.

"Untuk tuan rumah mereka juga kuat di floret putri, perorangan dan beregu mereka kuat. Menurut saya potensi kita ada di sable putri, perorangan dan beregu, baru degen putra setelah itu," pungkasnya.

Berbicara mengenai target, Muslimin ogah berkomentar terlebih dahulu. Saat ini, dia ingin berkomunikasi dengan para pelatih dan juga mengunjungi para atletnya untuk bisa menentukan perolehan yang bisa didapatkan tim anggar Indonesia.

"Saya belum komunikasi dengan pelatih dan saya belum tahu sejauh mana perkembangan mereka. Dalam waktu dekat kan saya ingin berkunjung ke sana, tapi kan di sana ada manajer yang mendampingi, jadi setelah saya lihat sejauh mana perkembangan mereka baru saya bisa bilang target kita apa," tutup Muslimin. (OL-2)

BERITA TERKAIT