01 November 2019, 11:45 WIB

Sanksi Baru AS Bidik Sektor Konstruksi Iran


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/HENGHAMEH FAHIMI
 AFP/HENGHAMEH FAHIMI
Fasilitas PLTN milik Iran di Natanz

AMERIKA Serikat (AS) kembali menambah sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran, Kamis (31/10).

Kali ini, sanksi yang diberlakukan membidik sektor konstruksi Iran, yang oleh Washington dikaitkan dengan Garda Revolusi Iran.

Sanksi tersebut juga akan menargetkan empat bahan strategis yang digunakan sehubungan dengan program nuklir, militer, atau rudal balistik Iran.

“Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjatuhkan sanksi setelah sektor konstruksi diidentifikasi dikendalikan langsung atau tidak langsung oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)," terang juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan.

Ketegangan Iran dengan AS telah meningkat tajam sejak Presiden AS Donald Trump, tahun lalu, menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan mulai menerapkan kembali sanksi unilateral yang melumpuhkan.

Baca juga: Presiden Irak Sebut PM Abdul Mahdi Setuju Mundur

“Sanksi terbaru akan membantu menjaga pengawasan program nuklir sipil Iran, mengurangi risiko proliferasi, membatasi kemampuan Iran untuk mempersingkat 'waktu jeda' membuat senjata nuklir, dan mencegah rezim menyusun kembali situs-situs untuk tujuan sensitif proliferasi," ujar Ortagus.

“Keputusan untuk melanjutkan dengan pembatasan pada program nuklir Iran memberi Amerika Serikat wewenang tambahan untuk mencegah Iran dari memperoleh bahan strategis untuk IRGC, sektor konstruksinya, dan program proliferasi," sambungnya.

Iran pun membalas sanksi-sanksi AS dengan menentang kepatuhannya pada bagian-bagian dari perjanjian nuklir hingga bantuan sanksi dipulihkan.

Pada 1 Juli lalu, Iran mengatakan telah meningkatkan persediaan uraniumnya hingga melampaui batas maksimum 300 kilogram sebagaimana yang ditentukan dalam kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), dan seminggu kemudian mengumumkan telah melampaui batas 3,67% pada kemurnian stok uraniumnya.

Adapun pada 7 September, Iran juga meluncurkan sentrifugal canggih untuk meningkatkan stok uraniumnya. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT