01 November 2019, 11:00 WIB

Atasi Tawuran Manggarai, Kesbangpol Berencana Kumpulkan Camat


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA/Galih Pradipta
 ANTARA/Galih Pradipta
 Sejumlah warga Manggarai terlibat bentrok dengan warga Jalan Tambak di Kawasan Manggarai, Jakarta

KEPALA Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri berencana memanggil para camat yang menaungi wilayah-wilayah yang kerap tawuran seperti Menteng dan Tebet.

Pemanggilan ini bertujuan mengonsolidasikan langkah-langkah pencegahan tawuran. Sebelumnya, Selasa (29/10) lalu, tawuran terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan yang berbatasan dengan Menteng, Jakarta Pusat.

"Kami sudah panggil. Tapi dari mereka sementara ini sibuk dengan pembahasan anggaran yang sedang berjalan di DPRD. Kan ketika membahas anggaran para wali kota minta mereka stand by," ungkap Taufan saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (31/10)

Selain itu, pihaknya juga berencana mempertemukan Wali Kota Jakarta Pusat, Wali Kota Jakarta Selatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan, hingga Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan (PAPP).

Baca juga: Satgas Antitawuran untuk Atasi Tawuran Manggarai

Sebab, penyebab tawuran yang terus berulang di Manggarai bisa terjadi karena banyak faktor.

"Pendidikan mereka mungkin kurang, ada yang putus sekolah sehingga perlu kita fasilitasi. Ada yang sudah lulus SMK atau kuliah tapi masih menganggur itu juga perlu dibantu. Juga dari perlindungan anaknya apakah di sana sudah cukup banyak acara kegiatan untuk anak-anak," tegasnya.

Menurutnya, ia tidak bisa sendiri dalam menyelesaikan masalah tawuran di Manggarai.

Perlu tindak lanjut dari lintas SKPD di lintas wilayah untuk ikut menangani akar permasalahannya.

"Represif tentu bisa tapi kalau tidak ditangani dari akarnya tidak akan selesai," tuturnya.

Dalam meredam permasalahan tawuran jangka pendek, menurutnya, bisa dilakukan dengan pendekatan terhadap tokoh yang disegani warga setempat. Hal itu pernah dilakukan Taufan saat menjadi Kepala Kesbangpol Jaksel.

Saat itu, ia melakukan pendekatan dengan preman yang paling disegani warga. Dampaknya, frekuensi tawuran tidak terlalu banyak.

"Tapi sayang dia sudah wafat beberapa waktu lalu. Sehingga saat ini harus dicari siapa pengganti dia untuk dilakukan pendekatan yang sama," ungkapnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT