01 November 2019, 10:16 WIB

Inilah Alasan La Nyalla Mundur Dari Pencalonan Ketum PSSI


Eko Rahmawanto | Sepak Bola

MI/ Bary Fathahilah
 MI/ Bary Fathahilah
Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla M Mattalitti  menyebutkan PSSI dalam situasi krisis kepemimpinan.

LA NYALLA M Mattalitti buka suara soal pengunduran dirinya dari pencalonan Ketua Umum PSSI. Ia juga tidak mau terlibat dalam Kongrfes pemilihan komite eksekutif yang dihelat PSSI pada 2 November mendatang. Dalam keterangan tertulisnya diterima Media Indonesia, Kamis (1/11), La Nyalla beralasan bahwa saat ini PSSI dalam situasi krisis kepemimpinan.

"Oleh karenanya, FIFA/AFC datang ke Jakarta April lalu, dan memberikan rekomendasi road map bagi PSSI. Salah satunya kongres pemilihan dijadwalkan pada Januari 2020," ujarnya.

Dipilih Januari 2020 dianggap ideal karena voter kongres adalah hasil kompetisi 2019 yang akan selesai pada Desember nanti. Menurutnya jika Kongres Luar Biasa  (KLB) pada 2 November 2019 maka PSSI menetapkan voter dari kompetisi 2018.

"Ini sangat naif dan mengabaikan kondisi riil," kata La Nyalla.

Jika kongres dilaksanakan pada Januari 2020 maka program 2018 tuntas semuanya. Baik itu kompetisi, pengembangan termasuk keuangan tahunan. Sehingga cut-off kepengurusan sebelumnya menjadi jelas.

"PSSI, memiliki waktu yang cukup dan sangat ideal mempersiapkan pelaksanaan kongres. Termasuk anggota/voter juga diberi kesempatan memilih para calon yang juga punya waktu cukup untuk mengampanyekan visi-misinya. PSSI butuh new leader yang terpilih melalui proses yang sempurna," tambahnya.

La Nyalla menjelaskan pula bahwa pada 27 Juli lalu, Exco telah menetapkan kongres pemilihan menjadi KLB bukan di Januari 2020. Namun diajukan menjadi 2 November 2019.

"Melalui meeting yang saya pikir patut dipertanyakan. Apakah ada undangan yang sesuai statuta? Ingat, statuta, harus ada undangan 7 hari sebelumnya. Jika disebut sebagai emergency meeting, maka yang meeting harus Komite Emergency bukan Exco. Sehingga patut dipertanyakan. Apakah ada notulensinya? Hasil meeting tiba-tiba dimintakan persetujuan di kongres, lalu diumumkan," kritiknya.

Kondisi demikian, lanjut Lanyalla berdampak pada sikap FIFA terhadap langkah yang dilakukan PSSI tersebut. La Nyalla menyebutkan bahwa FIFA membalas inisiatif PSSI melalui surat resmi tertanggal 7 Agustus 2019. Dalam surat itu FIFA meminta PSSI tetap mengikuti road map yang sudah disepakati, yakni 25 Januari 2020.

Namun dengan berbagai alasan, PSSI tetap bersikeras untuk menggelar kongres pada 2 November 2019.

"Misterius, FIFA pun membiarkan dan akan menerjukan observer," kata La Nyalla.

Menurutnya yang lebih mengundang pertanyaan sampai saat ini adalah anggota, voter, belum menerima salinan yang sah tentang Kode Pemilihan. Padahal merujuk ke pasal 2 ayat 5 Kode Pemilihan, yang intinya paling lambat 30 hari menjelang kongres pemilihan, salinan Kode Pemilihan yang sah harus sudah terkirim ke FIFA.

Demikian juga pemberitahuan secara terbuka tentang voter sampai saat ini belum diketahui. Sebagaimana statuta PSSI, KLB sekurangnya 30 hari sebelumnya terbit undangan kepada voter. Namun faktanya, PSSI justru menerbitkan undangan kepada anggota PSSI. Padahal tidak semua anggota menjadi voter.

"Jadi secara legal dan administrasi ini bisa disebut cacat," tegasnya.

La Nyalla juga menyebut tidak konsistennya PSSI dalam menyelenggarakan kongres. Ia mencatat bahwa pada rapat PSSI 2 Mei 2019 ditetapkan kongres PSSI digelar 25 Januari 2020. Kemudian terjadi perubahan saat rapat 27 Juli 2019 diputuskan bahwa PSSI akan menggelar KLB pada 2 November 2019 dan mengabaikan rekomendasi FIFA.

Mantan Ketua Umum PSSI ini juga mempertanyakan kandidat komite eksekutif yang lolos benar-benar memenuhi persyaratan.

"Beranikah mereka melakukan uji publik secara terbuka. Keabsahan calon yang dipertanyakan itu artinya manipulatif. Terlebih, pantaskah para Exco yang ada sekarang maju kembali? Kredibilitas kalian sudah hilang. Kredibilitas dan integritas itu tegak di atas etika dan moral organisasi," kata La Nyalla mengingatkan.

baca juga: Sambutan Khusus untuk sang Legenda

Kisruh di lingkaran PSSI membuat beberapa calon menarik diri dari pemilihan Ketua PSSI dengan alasan ada yang tidak beres dalam proses tersebut.

"PSSI berpotensi mengalami turbulensi lagi, untuk yang kesekian kalinya. Semua harus mengambil keputusan untuk memproteksi sepakbola Indonesia. Jadwalkan kembali Kongres Pemilihan pada 25 Januari 2020," seru La Nyalla. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT