01 November 2019, 07:50 WIB

Setelah PKS, NasDem Siap Temui PAN, Demokrat


Cah/Uta/DD/Ant/X-6 | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

PARTAI NasDem tidak pandang bulu dalam menjalankan misi mempererat kerja sama untuk membangun bangsa. Setelah (Rabu 30/10) bertemu dengan jajaran elite DPP PKS, NasDem juga akan menemui PAN dan Demokrat.

"Kita cari waktu saja. Kalau sekarang kita lakukan dua, tiga, empat hari ini, nanti dianggap karena melodrama lagi," kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh seusai menerima jajaran petinggi media massa nasional, di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis, (31/10).

Surya meminta semua pihak memahami secara utuh pesan dan tujuan dari rangkaian silaturahim kebangsaan yang tengah dirajut NasDem. Pasalnya, bangsa ini sangat besar sehingga membutuhkan kekuatan yang besar pula untuk mewujudkan seluruh cita-cita bangsa.

Dalam menggalang kekuatan itu, NasDem pun, tambah Surya, tidak membedakan pilihan politik antara partai pendukung dan penyeimbang pemerintahan. Semua sama dan memiliki keunggulan masing-masing. Ketika disatukan, itu cukup untuk menghadapi tantangan dan mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara.

"Jangan sampai terkesan seperti itu (mau jadi oposisi). Ini (silaturahim) juga penting dan yakinlah tidak ada gap satu sama lain," pungkasnya.

Pada bagian lain, Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengapresiasi langkah NasDem dan PKS melakukan silaturahim kebangsaan. "Kalau ada elite politik, ketum partai bertemu partai lainnya itu langkah yang bagus, meneduhkan dan baik bagi perpolitikan nasional. Jadi, intinya harus diapresiasi," ungkap Bamsoet. Namun, saat ditanya apakah langkah itu akan diikuti oleh Partai Golkar, Bamsoet menyerahkan hal itu kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Dosen ilmu politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam melihat pertemuan NasDem-PKS sebagai respons Surya Paloh atas dominasi politik Megawati Soekarnoputri dalam koalisi Indonesia Maju. "Dengan mem-faith accomodi anggota koalisi lain, Megawati memaksakan egopolitiknya untuk memberi karpet merah bagi Prabowo," kata Ahmad. (Cah/Uta/DD/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT