01 November 2019, 05:40 WIB

Perbaiki Peringkat di Filipina


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.
 Menpora Zainudin Amali (kanan)

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap perolehan medali emas Indonesia di SEA Games tahun ini bisa lebih baik dari yang didapat di SEA Games dua tahun lalu. Namun, itu menurutnya bukan berarti sebagai target untuk menjadi juara umum. Zainudin mengaku untuk menjadi juara umum akan sulit mengingat Fi-lipina sebagai tuan rumah tahun ini dipastikan bakal ngotot untuk menduduki peringkat pertama di klasemen.

"Kita minta teman-teman Komite Olimpiade Indonesia (KOI) agar wakil Merah Putih bisa meraih lebih dari perolehan yang lalu. Itu penting karena yang lalu kan kita (peringkat) kelima. Saya tidak menargetkan kita jadi juara umum karena itu tidak mudah," kata Zainudin kepada Media Indonesia, kemarin.

"Apalagi dilakukan di tempat yang lain, di mana mereka (tuan rumah) juga punya keinginan menang, bahkan dari cabor yang dipilih akan menguntungkan (tuan rumah). Biasalah tuan rumah di mana-mana juga begitu, sudah keluar ongkos banyak masa enggak juara," sambungnya.

Jelang satu bulan sebelum SEA Games dimulai, Zainudin menyatakan dirinya pun akan langsung memantau persiapan para atlet. Hal tersebut telah dia lakukan sejak resmi menjabat sebagai menpora pada bulan lalu. Pada akhir pekan ini rencananya Zainudin akan mengunjungi atlet-atlet yang berlatih di luar Jakarta.

"Saya memang punya rencana untuk terus berkunjung, ke tempat latihan para atlet karena di kantor saya cuma rapat dan menerima tamu, itu saja. Sisanya saya ada di lapangan karena tinggal berapa hari lagi yang tersisa, saya akan keliling, sebisa mungkin," ungkapnya.

Optimistis raih emas

Komandan Kontingen (CdM) Indonesia untuk SEA Games Harry Warganegara yang rutin mengunjungi tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) merasa para atlet sudah menunjukkan hasil maksimal dan program pelatnas berjalan semestinya. "Hampir tidak ada keluhan dan sekarang bisa dibilang mereka (atlet) sudah siap untuk berangkat," ungkapnya.

Kemarin, Harry dan timnya mengunjungi beberapa tempat pelatnas di Jakarta, seperti basket 3x3 dan squash. Tim basket 3x3 putra berlatih di kawasan Senayan dan tim putri di Kebayoran Baru, sedangkan tim squash di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan.

Dari rangkaian latihan yang sudah dilakukan, tim basket 3x3 baik putra maupun putri optimistis bisa meraih medali emas. Begitu juga dengan squash.

Namun, tim squash mengaku belum tahu nomor apa yang punya peluang besar untuk menghasilkan medali emas.

"Awalnya kami target dapat medali emas dari nomor jumbo. Tapi, itu belum pasti karena kabarnya nomor itu akan ditiadakan mengingat arenanya belum siap. Kalau nomor itu enggak ada, kami bakal kejar di mixed team," kata pelatih kepala tim squash Indonesia Nuryanto.

Nuryanto menambahkan, bahwa persaingan di Asia Tenggara untuk cabang olahraga squash cukup berat. Malaysia masih mendominasi.

"Untuk Asia Tenggara, pe-mimpin persaingan ialah Malaysia, dia masih berada di atas kita. Tapi, untungnya saya melihat negara yang lain levelnya sama, jadi nanti tinggal siapa yang siap. Semuanya bisa terjadi dan doakan saja kami bisa memboyong medali emas," kata Nuryanto. (R-3)

BERITA TERKAIT