01 November 2019, 00:40 WIB

Banyak Temuan, Riset Duplikasi akan Dipangkas


MI | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional  (BRIN) Bambang Soemantri Brodjonegoro

MENTERI Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional  (BRIN) Bambang Soemantri Brodjonegoro menemukan banyak duplikasi riset yang dihasilkan oleh lembaga dan perguruan tinggi di Tanah Air. BRIN akan memangkas riset duplikasi itu dengan mengadakan koordinasi yang intensif dengan semua institusi lembaga riset.

“Kita temukan banyak sekali hasil riset yang saling tumpang tindih. Ini tentu tidak efisien dan buang-buang anggaran. Secepatnya kita benahi,” tegasnya seusai memberi sambutan dalam simposium The 2nd High-Level Meeting on Science, Technology and Higher Education Cooperation & The 11th Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation and Entrepreneurship di Auditorium Prof Dr H Baharuddin Lopa SH di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Selain itu, menurut Bambang, kegiatan riset di Indonesia sudah saatnya diarahkan tidak hanya riset aplikatif namun sudah harus menuju riset inovasi dan invensi. Alasan Bambang dalam menghadapi kompetisi global di era industri 4.0 yang sangat dibutuhkan ialah penemuan-penemuan inovatif yang bermanfaat bagi industri maupun masyarakat.

Bambang menambahkan peran strategis kementeriannya nanti akan mengkoordinasi dan mengarahkan kegiatan riset dari hulu hingga hilir.

Salah satu upaya untuk menghidupkan lingkungan riset yakni program riset Nusantara yang sudah berjalan. Di situ banyak mahasiswa dan peneliti Indonesia di kirim ke negara-negara yang sudah mapan bidang risetnya untuk menimba ilmu dan aktivitas riset mereka. Salah satunya ke Prancis melalui  Technology and Higher Education Cooperation ini.

Bidang riset yang dikerjasamakan dengan pihak Prancis diprioritaskan di bidang energi dan ketahanan pangan. Kerja sama ini sudah berjalan 11 tahun dan akan terus ditingkatkan. “Dengan Perancis kita bisa belajar dan memanfaatkan kemajuan yang sudah mereka capai dan pihak Perancis bisa lebih mengenal dan mengembangkan bidang bidang riset di Indonesia,” katanya.

Diharapkan kerja sama tersebut tidak saja memberi keuntungan bagi peneliti secara individu juga akan mengangkat lembaga riset atau perguruan tinggi yang menaunginya.

Sementara itu, Dubes Prancis Oliver Samba mengakui pentingnya kerja sama riset dengan Indonesia. “Kami menyadari kerja sama ini sangat strategis dan sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo dalam membangun dan memajukan SDM Indonesia yang maju,” pungkasnya.

Menurut Oliver, Prancis membuka diri dan berharap kerja sama riset dengan Indonesia bisa lebih ditingkatkan baik kerja sama antar peneliti maupun lembaga. (Sto/H-2)

BERITA TERKAIT