01 November 2019, 00:20 WIB

Bank BTN Pacu Pertumbuhan Simpanan di Akhir Tahun


MI | Ekonomi

Dok. BTN
 Dok. BTN
PT Bank Tabungan Negara

PT Bank Tabungan Negara (BTN) terus berupaya mengenjot pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).  Melalui program Kemilau Emas, BTN menyasar penambahan DPK sebesar Rp3 triliun.

“Program Kemilau Emas ini kami harapkan dapat menjaring lebih dari seribu nasabah dengan dana segar tambahan hingga Rp3 Triliun selama program berlangsung hingga akhir Desember 2019,” ujar Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria di Jakarta, kemarin.

Untuk mengikuti program ini, nasabah harus menempatkan dana minimal sebesar Rp2 miliar dan merupakan dana segar. Kemudian ditambahkan dengan penempatan dana pada Tabungan BTN Batara sebesar Rp100 juta. Dana tersebut wajib diendapkan selama 3 hingga 4 bulan. Setelah itu, barulah hadiah logam mulia bisa diperoleh nasabah.

“Hadiah emas yang ditawarkan dalam bentuk kepingan logam mulia  memiliki berat  beragam  dari  5 gram hingga 75 gram,” papar Head of Wealth Management Division Bank BTN, Sri RM Sudarsari.

Adapun per Agustus 2019, BTN sudah mengumpulkan DPK total baik konvensional maupun syariah Bank BTN sebesar di atas Rp231,8triliun. Artinya sudah tercapai sebesar 95% dari target tahun ini. Khusus untuk DPK dari BTN Konvensional, per Agustus 2019 ini memupuk DPK total sebesar Rp209,2 triliun atau naik Rp19,2 triliun.

“Peningkatan DPK ritel melalui program Kemilau Emas diharapkan dapat mendongkrak CASA Bank BTN yang saat ini porsinya masih sekitar 40% dari total DPK BTN,” tandas Budi.

Dalam kesemapatan terpisah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengimbau perbankan untuk dapat memanfaatkan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang kembali memangkas suku bunga acuan Fed Fund Rate.    

Menurut dia, pemangkasan suku bunga The Fed dapat memberikan ruang untuk melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan perekonomian nasional serta akan ditransmisikan kepada penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia sehingga dapat lebih menguntungkan bagi pasar.(Hld/Ifa/E-1)

BERITA TERKAIT