31 October 2019, 19:52 WIB

Siemens Dorong Digitalisasi Indonesia


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Medcom.id
 Medcom.id
ilustrasi -- internet of things

INDONESIA berpeluang masuk menjadi 10 negara dengan perekonomian terbesar pada 2030 melalui pemanfaatan teknologi digital di era revolusi industri 4.0 saat ini. Digitalisasi pada industri merupakan sebuah kunci untuk mencapai hal itu.

Demikian dikatakan oleh Presiden Direktur PT Siemens Indonesia, Prakash Chandran dalam konferensi pers 'Digitalize Indonesia 2019' di Jakarta, Kamis (31/10).

"Siemens Indonesia berkeinginan untuk menjadi mitra kolaborasi utama dalam proses mewujudkan transformasi industri di Indonesia sebagai bagian dari program nasional Making Indonesia 4.0," tutur Chandran.

Siemens, lanjutnya, telah mengembangkan alat inovatif untuk membantu perusahaan industri untuk memanfaatkan transformasi digital.

Salah satunya yakni sistem operasi terbuka berbasis cloud untuk Internet of Things (IoT). Hal ini sebagai bagian dari digital energy yang kini dipakai oleh produsen listrik milik swasta yakni PT Sumberdaya Sewatama.

Kini, Siemens bekerja sama dengan PT Indonesia Power yang merupakan anak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Siemens dan PT Indonesia Power.

Dari kerja sama itu, PT Indonesia Power akan mampu mengoptimasi pembangkit listrik dan pengoperasian kelistrikan melalui produk digital virtual reality (VR).

Baca juga: Harga Gas Industri Lebih Murah Ketimbang Gas Rumah Tangga

Anggota Dewan Direksi Siemens AG, Cedrik Neike, mengatakan, kerja sama yang difasilitasi oleh kementerian perindustrian itu dapat meningkatkan ekosistem perusahaan sektor industri yang mumpuni melalui program Siemens. Di antaranya yakni melalui artificial intelegence/ control performance analytics (AI/CPA).

Selain itu, sebagai mitra kolaborasi utama, Siemens menjalankan program-program pendidikan dan pelatihan teknologi kejuruan di lembaga pendidikan.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan Siemens untuk meningkatkan keterampilan dan terserapnya tenaga kerja lokal untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

"Program ini menargetkan untuk melatih 1,300 siswa pada 2023. Siemens juga memiliki sebuah unit khusus yang fokus pada smart manufacturing, khususnya sertifikasi pendidikan pelatihan peralatan mekanik yang berkolaborasi dengan universitas dan sekolah kejuruan," tukas Neike. (A-4)

BERITA TERKAIT