31 October 2019, 23:00 WIB

Militer AS Rilis Rekaman Penyergapan Baghdadi


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Militer AS Rilis Rekaman Penyergapan Baghdadi

MILITER Amerika Serikat telah menerbitkan rekaman pertama serangan di Suriah utara tempat pemimpin kelompok Islamic State (IS) tewas. Video berkualitas grainy atau kasar menunjukkan pasukan menembaki gerilyawan di darat ketika mereka terbang menuju kompleks tempat Abu Bakar al-Baghdadi bersembunyi sebelum mereka bergerak di lapangan.

Baghdadi melarikan diri ke dalam terowongan dan bunuh diri dengan meledakkan rompi bunuh diri. Setelah serangan itu kompleks itu dihancurkan dengan amunisi. Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie, mengatakan bangunan yang hancur tampak seperti tempat parkir dengan lubang besar.
Jenderal McKenzie mengatakan dua anak telah meninggal dengan Baghdadi di dalam terowongan bukan tiga seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Dia juga tidak dapat mengonfirmasi deskripsi grafis Presiden Donald Trump tentang Baghdadi yang merintih dan menangis ketika dia meninggal. Militer AS telah menerbitkan rekaman pertama serangan di Suriah utara di mana pemimpin kelompok Negara Islam (IS) tewas. Jenderal McKenzie mengonfirmasi pemimpin IS telah diidentifikasi melalui DNA nya menambahkan sampel telah disimpan sejak penahanan Baghdadi di sebuah penjara Irak pada 2004. Dia mengatakan jenazah Baghdadi diterbangkan kembali ke pangkalan untuk identifikasi dan dikubur di laut dalam 24 jam setelah kematiannya sesuai dengan hukum konflik bersenjata.

 

Salahkan AS

Di siis lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah menyalahkan AS dan sekutunya yang menyebarkan ketidakamanan dan kekacauan di Irak dan Libanon. Ia endesak demonstran antipemerintah di kedua negara untuk menuntut perubahan dengan cara yang sah.

“Rakyat mereka juga harus paham meskipun mereka memiliki tuntutan yang sah, tuntutan itu hanya dapat dipenuhi melalui kerangka struktur hukum,” ujar Khamenei, Rabu (30/10) waktu setempat, dalam sambutan yang jarang membahas gelombang demonstrasi yang meletus di Irak dan Libanon bulan ini.

Berbicara pada upacara kelulusan di Akademi Pertahanan Udara Khatam al-Anbia Iran, Khamenei menuduh AS dan dinas intelijen Barat menimbulkan kerusakan dan menciptakan kekacauan” di wilayah tersebut. “Mereka menghancurkan keamanan. Ini adalah jenis permusuhan terburuk dan perilaku paling berbahaya dan dengki terhadap suatu negara,” tegasnya.

Pidato Khamenei datang ketika AS menyerukan pembentukan pemerintah Libanon baru yang akan responsif terhadap kebutuhan rakyat negara itu.“Rakyat Libanon menginginkan pemerintahan yang efisien dan efektif, reformasi ekonomi, dan mengakhiri korupsi endemik,” kata Menteri Luar Negeri AS Pompeo dalam sebuah pernyataan setelah pengunduran diri PM Saad Hariri setelah menghadapi hampir dua minggu protes massa.

Dalam beberapa bulan terakhir, meningkatnya ketegangan antara dua sekutu utama Baghdad, AS dan Iran, menimbulkan kekhawatiran di antara banyak warga Irak. Washington dan Teheran berebut pengaruh regional.

Baik AS dan Iran menikmati pengaruh politik dan militer yang signifikan di Irak, dan para pengunjuk rasa bulan ini menuduh elit politik tunduk pada Washington atau Teheran tanpa memerhatikan kebutuhan rakyat jelata.  (AL Jazeera/I-1)

BERITA TERKAIT