31 October 2019, 17:46 WIB

Dinas Pendidikan DKI akan Rehab Total 86 Sekolah


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA/AGUNG RAJASA
 ANTARA/AGUNG RAJASA
Ilustrasi -- rehabilitasi sekolah di DKI Jakarta

PELAKSANA ugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefulah Hidayat mengungkapkan akan melakukan rehabilitasi (rehab) total gedung sekolaj di 86 sekolah. Jumlah tersebut lebih sedikit dari rencana awal Dinas Pendidikan yang mengajukan 191 lokasi sekolah untuk dilakukan rehab total.

"Pada akhirnya kami usulkan untuk merehab total di 86 gedung sekolah. Untuk menjadi anggaran final harus mendapat persetujuan dari anggota dewan," ujar Syaefulah saat break rapat kerja dengan Komisi E di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (31/10).

Menurutnya, kategori rehabilitasi total itu akan merobohkan bangunan sekolah dan dibangun kembali. Ada juga yang bangunan sekolahnya diganti plafon atau atapnya. Rehab bangunan itu menyasar dari SD, SMP dan SMA.

Setiap bangunan sekolah memakan biaya rehab yang berbeda-beda, tergantung dari kapasitas sekolah itu sendiri. Syaefulah memastikan pihaknya akan membangun pagar yang baru, rumput sintesis, pemasangan solar panel dan fasilitas lainnya.

Anggaran rehab total itu masuk dalam kategori peningkatan prasarana dan sarana pendidikan. Usulan anggaran rehab gedung sekolah memakan biaya Rp2,1 triliun. Selain itu, Dinas Pendidikan juga merehab Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di 11 lokasi dengan anggarannya adalah Rp184 miliar.

Baca juga: PSI: Sudah 2 Tahun jadi Gubernur, Anies Kok Salahkan Sistem

Syaefulah menjelaskan total usulan anggaran yang diajukan untuk 2020 ialah Rp23,2 triliun. Naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp21,4 triliun. Namun usulan anggaran bisa berubah seusai kesepakatan dengan DPRD DKI.

"Kami betul-betul menelusuri bangunan sekolah mana yang urgen untuk direhabilitasi. Kami ingin pastikan bahwa tidak akan membahayakan murid. Usulan lokasi itu kami berpedoman dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI," tukas Syaefulah.

Pada saat rapat kerja, Ketua Komisi E, Iman Satria ingin memastikan agar Pihak Dinas Pendidikan khususnya yang mengepalai Bidang Prasarana dan Sarana Pendidikan paham betul soal seluk beluk pengeluaran untuk rehab total bangunan sekolah itu. Agar hal ini tidak dikelabui oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Jangan sampai baru dua tahun gedung sekolah dibangun, lalu direhab lagi. Kalau bisa kepala bidang ini dari insinyur biar paham aset management lah," kata Iman. (A-4)

BERITA TERKAIT