31 October 2019, 17:14 WIB

Meski Pasar Lesu, BTN Kejar Pertumbuhan KPR hingga Akhir Tahun


Hilda Julaika | Ekonomi

DOK BTN
 DOK BTN
Direktur Consumer BTN Budi Satria 

PT Bank Tabungan Negara (persro) Tbk (BTN) tengah mengerahkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga akhir 2019 ini. 

Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria, menyampaikan BTN tengah berupaya mendorong lewat KPR untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan KPR non-subsidi.

“BTN juga sudah memiliki program KPR untuk MBR sendiri, kita sebut dengan KPR BTN MBR. Program ini skemanya sama persis dengan yang subsidi, yang membedakan hanya bunganya sebesar 7%. Kalau yang pemerintahkan 5%. Jadinya kita optimis karena sudah siap dengan program akternatifnya,” terang Budi di sela-sela acara Genjot Dana Ritel, Bank BTN Tawarkan Program Kemilau Emas ke Nasabah Tajir, di Jakarta, Kamis (31/10).

Ia meneruskan, ketika pasar masih ada subsidi maka masyarakat akan mengambil program KPR Subsidi tersebut. Namun, saat budget sudah habis maka alternatif pembiayaan yang akan dipilih. BTN tetap mengantisipasi untuk meminimalisasi suku bunga agar terjangkau bagi MBR.

BTN pun turut mendorong KPR nonsubsidi meskipun tahun ini pasar properti terhitung masih kurang bergairah. Budi mengarahkan agar BTN bisa memasuki market ke pengembang yang premium untuk mengimbangi subsidi.

Baca juga: Kabinet Baru Memberi Harapan Baru Industri Properti

Ketika ditanya mengenai target 800 ribu KPR tahun ini, Budi menjawab bahwa biasanya kredit perseroan per tahunnya di atas 20%.

"Bulan kemarin itu pertumbuhan sekitar 16%. Sampai akhir tahun kurang lebih kita tumbuh 10% sajalah untuk pertumbuhan rata-ratanya. Karena market memang lagi lesu, kalau market lesu kita terus dorong malah kena ke Non Peforming Loan (NPL). Jadi yang pentingkan kualitas,” tutupnya.

Sebagai informasi, KPR per Agustus 2019 hanya tumbuh 16% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, pertumbuhan per agustus 2018 mampu hingga di atas 20%. Dengan total penyaluran KPR pada semester pertama 2019 tercatat Rp188,82 triliun, atau tumbuh 21,53% yoy. 

Kontribusi KPR subsidi mencapai 56,85% dengan pertumbuhan 28,77% yoy, sedangkan kontribusi KPR non-subsidi 43,15% dengan pertumbuhan 13,16% yoy. (A-4)

BERITA TERKAIT