31 October 2019, 15:55 WIB

Jokowi Usul Istilah Radikalisme Diubah Manipulator Agama


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/Agus Mulyawan
 MI/Agus Mulyawan
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo meminta jajarannya melakukan upaya serius mencegah gerakan radikalisme di Indonesia. Jokowi bahkan mengusulkan, istilah radikalisme diubah jadi manipulator agama.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan agenda Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10).

”Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut yaitu mengenai radikalisme," kata Jokowi.

Presiden kemudian melempar wacana merubah istilah radikalisme dengan manipulator agama. Ia tidak menjelaskan, maksud perubahan dari istilah tersebut.

Jokowi menyerahkan usulan itu kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Ia ingin Mahfud mengkoordinasikan masalah tersebut.

Salah satu fokus pemerintahan Jokowi di periode kedua ini yakni pemberantasan radikalisme dan intoleransi. Dia ingin kedua hal ini dilakukan secara konkret.

Pesan itu disampaikan Jokowi ke sejumlah menterinya saat dipanggil satu per satu sebelum dilantik beberapa waktu lalu. (OL-09)

BERITA TERKAIT