31 October 2019, 14:40 WIB

Tito akan Tindak Pelaku Kekerasan di Dunia Pendidikan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Mendagri Tito Karnavian

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menginginkan budaya kekerasan hilang di lingkungan pendidikan. Pasalnya, budaya tersebut tidak relevan dan tidak memiliki asas manfaat terhadap jalannya pembinaan sumber daya manusia (SDM).

"Saya merasakan, seperti adik-adik untuk sekolah kepolisian di berbagai negara tidak ada yang namanya budaya kekerasan. Untuk itu budaya tersebut harus dihilangkan karena tidak ada gunanya. Apapun alasan pembinaan, tidak ada gunanya dan hanya ajang balas dendam," ujarnya saat menjadi inspektur upacara dalam Pelantikan Muda Praja IPDN Angkatan XXX Tahun 2019 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, melalui keterangan resmi, Kamis (31/10).

Baca juga: Kekerasan di Sekolah Sebabkan Korban Jiwa. KPAI Turun Tangan

Ia memandang budaya kekerasan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari kekeliruan yang tak patut dicontoh dan diteruskan. Kemudian tindakan yang tegas akan diberikan kepada siapa saja pelaku kekerasan di lingkungan IPDN dan akan memidanakan oknum yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

"Di Akpol, lebih dari sepuluh orang sudah saya keluarkan bahkan dipidana karena melakukan kekerasan. Saya akan memberikan tindakan yang keras dan tegas kalau sampai terjadi kekerasan, apalagi sampai mengalami luka hingga meninggal dunia, saya akan pidanakan," tegas Tito.

Meski demikian, pendidikan kedisiplinan tetap ia tekankan pada seluruh Muda Praja IPDN yang dilantik. Penegakan kedisiplinan juga dilakukan, apabila ada Praja yang terbukti melanggar aturan.

"Namun tetap dengan catatan tidak melakukan kekerasan," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT