31 October 2019, 14:21 WIB

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Ada Dugaan Ulah Spekulan


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

MI/Amiruddin Abdullah Reubee
 MI/Amiruddin Abdullah Reubee
Warga di Desa Paloh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, membawa pulang elpigi 3 kg dari tempat pengecer.

KELANGKAAN gas elpiji ukuran 3 kg di Kabupaten Aceh Utara dan Pidie diduga akibat permainan spekulan atau pengecer liar. Saat ini harga eceran tertinggi gas elpiji 3 kg di Kecamatan Matangkuli, Paya Bakong dan Pirak Timu, Aceh Utara yang semula Rp18 ribu per kg dijual menjadi Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kg.

Itu pun warga harus membeli gas di kios atau warung milik pengecer ilegal. Sedangkan di pangkalan atau pengecer resmi sering tidak ada stok. Sulitnya mendapatkan gas melon itu pada pengecer resmi ditengarai karena pihak pangkalan sering menjual ke pengecer ilegal.

"Kalau pangkalan menjual langsung ke warga harganya paling mahal Rp20.000/tabung. Tapi bila mereka memasok ke pengecer ilegal, tentu harganya lebih mahal lagi yaitu mencapai Rp25.000. Terus pengecer menjual lagi ke masyarakan dengan harga lebih mahal yaitu Rp30.000 hingga Rp40.000/tabung" kata Nurdin, tokoh masyarakat Kecamatan Matangkuli, Rabu (30/10).

Kondisi tidak jauh berbeda juga mewarnai kawasan Kabupaten Pidie. Pihak pangkalan atau distributor besar sering memasok elpigi saat malam hari. Itu dilakulan supaya sulit terpantauan oleh warga ketika gas itu dijual ke pengecer ilegal.

baca juga: Petani Kupang Mulai Panen Raya

"Ini aksi kejahatan serous terhadap masyarakat. Kalau warga membeli dengan harga mahal stok di kios itu ada. Tapi bila kita minta dengan harga HET pasti mereka mengatakan kehabisan stok" tutur Ikwan, warga Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT