31 October 2019, 14:12 WIB

Andrinof Duga Praktik Curi Uang Gaya Lama Bangkit di DKI


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
 ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Andrinof A Chaniago

MANTAN Menteri Bappenas Andrinof Chaniago ikut berkomentar terkait terkuaknya beberapa item anggaran yang dinilai tidak masuk akal di KUA-PPAS untuk APBD DKI Jakarta 2020. Menurut dia, patut diduga adanya temuan item anggaran tak wajar tersebut mengindikasikan kembalinya pencurian uang APBD gaya lama di DKI Jakarta.

"Ayo kita tidak bicara politik dan tidak bicara orang! Kita bicara modus-modus dan proses pencurian uang APBD-nya saja. Biasanya, ada oknum aparat yg sudah kongkalikong dengan calon penyedia barang dan jasa. Setelah itu, muncul rencana belanja barang yg tidak perlu atau melebihi keperluan," tulis Andrinof melalui laman facebooknya, Kamis (31/10).

Ia menjelaskan dalam proses tersebut jika atasan tidak cermat maka jadilah anggaran tersebut lolos.

"Kalau yang atasan satu tingkat berhasil dirayu atau tidak cermat, maka rencana pencurian uang lewat pengadaan barang dan jasa yang mengara-ada itu akan lolos satu tahap. Berikutnya, tergantung pejabat lebih atasnya lagi. Budaya ini dulu sudah amat mengerikan di lingkungan Pemprov DKI," sambung Andrinof.

Baca juga: Disdik DKI akan Revisi Anggaran Lem Aibon dan Pulpen

Ia menambahkan karena praktik seperti inilah, dulu DKI Jakarta dianggap sebagai tempat terbaik di dunia untuk belajar korupsi.

"Karena itu, dulu, saya menyebut bahwa lingkungan Pemprov DKI itu 'Tempat terbaik di dunia untuk belajar cara korupsi'. Mohon maaf, kalimat ini memang terlalu pedas. Tapi itulah pilihan kalimat yang paling tepat dan harus saya gunakan ketika itu," lanjut dia.

Andrinof juga mengungkapkan kondisi ini yang mendorongnya pada 2010 lalu meminta Wali Kota Solo Joko Widodo untuk maju sebagai Gubernur di DKI Jakarta.

"Atas kondisi itulah saya tahun 2010 pergi ke Solo utk merayu Pak Jokowi utk maju ke DKI Jakarta 2012 dgn harapan kalau terpilih jadi Gubernur DKI, beliau menerapkan cara pemakaian anggaran di Pemko Surakarta di lingkungan Pemprov DKI. Mungkin sekali budaya lama di lingkungan Pemprov DKI itu kini bangkit lagi. Benar tidaknya, Pak Gubernur Anies Baswedan tentu yg paling tahu," pungkas Andrinof.

Seperti diketahui, beberapa hari belakangan publik diramaikan dengan temuan pengadaan lem aibon senilai Rp 86 Miliar dalam KUA PPAS DKI Jakarta. Lem aibon tersebut diadakan untuk kebutuhan para siswa di SD Negeri Jakarta Barat.(OL-5)

BERITA TERKAIT