31 October 2019, 12:30 WIB

Inovasi Batik Marunda


Suryani Wandari | Weekend

Antara
 Antara
Kain batik dengan motif heran-hewan laut yang diproduksi oleh label Batik Marunda.

EMPAT tahun lalu sebuah gerakan pemberdayaan ibu-ibu sekaligus mengangkat kekayaan tradisi dibuat oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta saat itu, Veronica Tan. Gerakan itu adalah produksi batik khas Jakarta dengan nama label Batik Marunda oleh ibu-ibu penghuni Rusun Marunda dan Rusun Rawa Bebek.

Kini produksi batik tersebut masih berlangsung dan koleksinya ikut pula dipamerkan dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 yang berlangsung pekan lalu. Veronica Tan yang hadir dalam acara bincang-bincang soal gerakan Batik Marunda itu, 'Membatik untuk Jakarta', pada Jumat (25/10) tampak bangga dengan keberlangsungan Batik Marunda.

"Di Rusun (Marunda) itu lantai bawahnya memang dibuat kosong untuk fasilitas penghuni. Kami gunakan itu agar ibu-ibu bisa mandiri dan menghasilkan tanpa harus jauh-jauh meninggalkan rumah," kenang Veronica Tan.

Meski mampu bertahan, nyatanya ada kendala besar pula dalam gerakan tersebut. Pembina Batik Marunda, Irma G. Sinurat, mengatakan jika pembatik yang bertahan turun drastis dari semula jumlah penghuni yang ikut dalam pelatihan membatik. "Ada sekitar 100 orang yang ikut di tahap pertama, namun yang memang bertahan hanya sedikit. Kini hanya terdapat 18 orang pembatik di Batik Marunda," kata Irma.

Setiap harinya, kemampuan pembatik diasah hingga mampu mengeluarkan koleksi untuk dijual ke publik. Irma menuturkan jika pada awalnya pembatik cukup kesulitan hanya untuk membuat motif kecil, kini mereka sudah mahir dan bisa mengkreasikan motif-motif.

Kini Batik Marunda melahirkan inovasi baru dengan menggandeng desainer Wendy Sibrani. Batik Marunda membuat motif baru yang mencerminkan kuat kota Jakarta selain motif yang sudah ada, seperti Ondel-Ondel dan Monas. Motif baru itu mulai dari motif biota laut, seperti kerang dan ubur-ubur, hingga panorama perkotaan Jakarta, termasuk gedung-gedung bertingkat dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Wendy menjelaskan untuk memberikan tampilan lebih menarik, digunakan pula teknnik sulaman sebagai paduan motif batik itu. Produk Baik Marunda bisa ditemukan di beberapa beberapa retail fesyen mulai dari seperti di Alun-Alun Indonesia. Selain itu penjualan juga dilakukan secara daring melalui akun Instagram dan website Batik Marunda. (M-1)

BERITA TERKAIT