30 October 2019, 13:55 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia Rendah di Asia Tenggara


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Tris Rasika, Country Director GoBear Indonesia dalam Financial Health Index di Jakarta.

PILIHAN produk keuangan di era sekarang ini semakin beragam dan memudahkan akses masyarakat. Namun tantangannya adalah bagaimana menentukan produk dan perencanaan keuangan yang tepat.

Hasil survei GoBear Financial Health Index (FHI) menunjukkan, kesadaran masyarakat Indonesia terkait perencanaan keuangan keuangan dan literasi keuangan masih rendah, meski pengetahuan tentang produk keuangan konvensional sudah cukup tinggi.

Survei keuangan tersebut melibatkan responden dari sejumlah negara di Asia Tenggara yang dilakukan oleh GoBear.

Tris Rasika, Country Director GoBear Indonesia, dalam paparannya mengatakan orang Indonesia merasa aman secara keuangan (nilai 7.5 dari skala 1-10).

“Tetapi hanya 37% dari mereka yang memiliki tabungan untuk mencukupi pengeluaran lebih dari enam bulan bila mereka kehilangan mata pencaharian utamanya,” ujar Tris Rasika di Jakarta, Rabu (30/10).

Menurut Tris, di usia 35 tahun, orang Indonesia belum memulai perencanaan keuangan dan di usia 41 tahun, orang Indonesia baru mulai menyiapkan rencana pensiun.

"FHI sebagai inisiatif pendidikan utama tentang kesehatan keuangan berupaya mengidentifikasi pola sikap dan perilaku keuangan masyarakat Indonesia,” jelas Tris.

Dengan alasan tersebut, FHI juga menawarkan konsep kesehatan keuangan yang memperhitungkan tiga komponen yakni literasi keuangan, keamanan keuangan, dan inklusi keuangan.

Fakta-fakta tersebut membuat GoBear berusaha membantu masyarakat untuk mengerti dan memahami agar dapat mengatasi masalah keuangan baik pribadi maupun keluarga.

“GoBear, supermarket keuangan terkemuka di Asia yang mempunyai misi untuk meningkatkan kesehatan keuangan masyarakat, secara resmi hadir di Indonesia. GoBear juga meluncurkan GoBear FHI sebagai komitmen untuk berkontribusi dalam hal tersebut,” papar Tris.

GoBear telah hadir di tuju negara  Asia yakni Indonesia, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. GoBear Indonesia sudah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (OL-09)

BERITA TERKAIT