31 October 2019, 13:30 WIB

Rusia Kecam Gim Call of Duty


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Martin BUREAU
 AFP/Martin BUREAU
Sejumlah gamer memainkan Call of Duty

VERSI terbaru gim video populer asal Amerika Serikat (AS) Call of Duty disambut kemarahan dan seruan boikot di Rusia karena mencitrakan personel militer sebagai sosok yang brutal dan sadis.

Sejak dirilis pada pekan lalu, media massa dan gamer Rusia menuding gim itu melancarkan propaganda anti-Rusia.

"Mereka menggambarkan warga Rusia sebagai orang brengsek," ujar gamer profesional Rusia Ilya Davydov di Twitter, Rabu (30/10).

"Anda harus menjadi monster untuk memainkan gim yang secara jelas menggambarkan personel militer negara kita sebagai teroris," imbuh gamer yang juga dikenal sebagai Ilya Maddyson sembari meminta gim itu dilarang beredar.

Baca juga: DPR AS Panggil Bolton dalam Upaya Pemakzulan Trump

Seorang pembawa berita dari stasiun televisi milik pemerintah Rusia, Channel One, menyebut gim itu menggambarkan warga Rusia sebagai orang sadis yang mengebom, membakar, dan menghancurkan segalanya.

Gim Call of Duty terbaru mengisahkan mengenai seorang anak perempuan bernama Farah yang menyaksikan ayahnya dibunuh oleh prajurit Rusia di negara khayal di Timur Tengah bernama Urzikistan yang mirip Suriah.

Setelah membayar kematiah ayahnya, Farah memimpin pemberontakan melawan pendudukan Rusia. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT