31 October 2019, 08:10 WIB

Dialog Cara Menag Dorong Toleransi


Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Menteri Agama Fachrul Razi.

MENTERI Agama Fachrul Razi menyebut Kementerian Agama (Kemenag) punya cara pandang sendiri melihat radikalisme. Jurus Kemenag melawan paham radikal berbeda dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Kalau kita kan ada bidang kita sendiri. Kalau bidang kami kan satu, kurikulum. Kemudian, penyuluhan-penyuluhan. Kemudian, memberi peringatan-peringatan," kata Fachrul.

Menurut dia, langkah ini bentuk sosialisasi dari Kemenag. Pihaknya tak ingin langsung memberi tindakan keras kepada pihak-pihak yang diduga terpapar paham penyimpang. Presiden Joko Widodo, kata dia, telah membagi tugas dan fungsi setiap kementerian. Lembaga negara lain hingga aparat penegak hukum punya medan berbeda.

"Pak Jokowi kan sudah memerintahkan, bukan hanya kepada Kementerian Agama saja. Semua kementerian dan semua instansi terkait."

Dia menjelaskan pihaknya juga bekerja sama dengan penegak hukum jika radikalisme telah memuat unsur kebencian. Fachrul akan menyerahkan penyebar radikalisme kepada aparat hukum. "Kalau udah penangkapan terus penyidikan, pengusutan, sampai ke bawah itu kan sudah ada bidang yang lainnya ya," pungkas mantan Wakil Panglima TNI itu.

Fachrul mengakui guna mendorong toleransi antarumat beragama, seluruh jajaran Kementerian Agama diminta mengutamakan dialog dan musyawarah jika terjadi penolakan di masyarakat yang terkait dengan agama.

Fachrul mencontohkan, semisal terjadinya penolakan mengenai pembangunan gereja. "Tadi saya contohkan, bagaimana kalau ditolak bangun gereja? Ya kita tanya kenapa ditolaknya. Misalnya dibilang, Pak dia kan cuma ada 5 KK (kartu keluarga) di sini. Tetapi, akan bangun gereja seperti ini. Kalau dikecilkan sedikit boleh enggak? Boleh. Nah, seperti itulah. Kita coba dialog," jelasnya.

Ketua Harian Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara Jurnias Marvel L Tobing mengaku mengenal sosok Menteri Agama Fachrul Razi. "Fachrul sosok yang sangat rajin, pekerja keras, dan nasionalis. Enggak usah curiga ini untuk menanggulangi radikalisme, tidak. Karena mungkin di situ perlu ditaruh orang yang sangat jujur, jadi bolehlah kalau dia ditunjuk. (Aiw/Rif/P-1)

BERITA TERKAIT