31 October 2019, 07:20 WIB

88 Daerah Rentan Rawan Pangan Diatasi Serius


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

KEMENTERIAN Pertanian mencatat terdapat 88 kabupaten, sebagian besar di Indonesia bagian timur, dalam status rentan rawan ketahanan pangan. Akses pangan yang sulit karena minimnya ketersediaan dan harga pangan yang tinggi menjadi penyebab utama.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen untuk mengatasi persoalan tersebut dalam kurun 100 hari ke depan.

Ia menyatakan Kementan telah memetakan secara rinci daerah-daerah yang benar-benar rentan. Apakah status rentan menaungi tiap-tiap kabupaten secara menyeluruh atau hanya beberapa desa yang ada di dalam kabupaten-kabupaten.

"Sekarang seluruhnya kita akan coba benahi. Untuk persoalan ini, tentu kita harus mulai pada daerah-daerah yang benar-benar rentan. Karena kalau tidak diasistensi secara serius, mereka bisa berubah menjadi rawan," ujar SYL di Jakarta, kemarin.

Untuk solusi jangka pendek, Kementan bersama beberapa kementerian teknis lainnya akan berupaya menyediakan bahan pangan dalam jumlah besar sehingga stok terjaga dan harga menjadi murah. Dengan demikian, masyarakat di daerah-daerah rentan bisa mendapat akses yang lebih mudah terhadap pangan.

Sumber: Global Food Security Index

 

Adapun untuk solusi permanen, Kementan akan mengkaji komoditas pangan apa yang bisa menjadi unggulan di tiap-tiap daerah. Dengan melihat kontur tanah, kondisi cuaca, dan berbagai faktor lainnya, setiap daerah pasti memiliki setidaknya satu potensi, baik pertanian, perkebunan atau peternakan, yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan akses pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memuluskan strategi tersebut, SYL memastikan pihaknya akan memaksimalkan peran seluruh pejabat daerah, mulai gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa.

"Mereka harus memiliki tanggung jawab yang jelas atas kehidupan masyarakat masing-masing. Gubernur harus kerja apa, bupati harus apa, camat, kepala daerah, semua harus jelas," tegasnya.

SYL menegaskan bahwa masalah terkait pangan harus benar-benar ditangani secara serius. Pasalnya, itu ialah unsur dasar yang akan memengaruhi hidup seorang manusia.

"Kalau masyarakat bisa makan dengan baik, mereka jadi sehat. Tidak akan ada stunting atau gangguan kesehatan. Kalau sehat, mereka bisa sekolah. Kehidupan akan jadi lebih baik. Maka itu, kalau dari pangan saja sudah tidak beres, tidak beres semua ke sana-sananya," jelas SYL. (Pra/X-10)

BERITA TERKAIT