31 October 2019, 07:00 WIB

Dinkes DKI Klaim Mutu Layanan Ambulans Terjaga Baik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA/Reno Esnir
 ANTARA/Reno Esnir
Ambulans milik Pemprov DKI Jakarta

KEPALA Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengakui masih ada layanan ambulans yang tidak cepat merespon saat dibutuhkan warga Jakarta. Namun, ia memastikan pelayanan tersebut sudah terakreditasi baik.

"Kalau ambulans sudah ada sistem (yang bisa dihubungi) 112 atau 119. Tentu itu tergantung traffic atau kepadatan, karena yang mengakses telpon itu ribuan orang," ujar Widya di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (30/10).

Ia menambahkan, " PT Ambulans Gawat Darurat (AGD) memiliki 68 ambulans. Sebenarnya ambulans yang dikelola PT Ambulans itu untuk gawat darurat, bukan transportasi mengantar pasien yang bukan emergensi, ini harus dijaga."

Pada rapat kerja bersama Komisi E DPRD DKI, Ketua Komisi Iman Satria meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan DKI untuk memprioritaskan anggaran yang benar-benar diperlukan bagi warga.

Baca juga: DPRD DKI Minta Dinas Kesehatan Perbaiki Layanan

Iman juga menyayangkan misalnya kurangnya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan di Cideng, Jakarta Pusat.

Selain itu, Iman mengatakan, saat ini, ambulans juga kurang sigap datang menjemput pasiennya.

Widyastuti merespon dengan mengatakan, "Pelayanan ambulans itu sudah terakreditasi. Dari sistem manejerialnya, upaya kesehatan individu dan masyarakatnga. Kita jaga mutu kami untuk warga DKI."

Pihaknya juga mengaku memiliki beberapa inovasi yang akan dikembangkan. Yakni, menggandeng start up dibidang transportasi.

"Sekarang lagi dijajaki, tapi sudah mengajak dan duduk bersama dengan start up," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT