30 October 2019, 23:27 WIB

Perusahaan Mulai Kurangi Emisi Karbon dan Plastik


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Niko Safavi, CEO Mowilex.

SELAIN menjual produk yang dihasilkannya, yang tak kalah penting bagi sebuah perusahaan adalah peduli dengan lingkungan sekitar. Penggunaan bahan pembuatan produk hingga pemakaian energi selama proses produksi pun menjadi faktor penilaian tersendiri terhadap kepedulian sebuah perusahaan pada lingkungan.

Kini berkat upayanya yang peduli dan berusaha melakukan minimalisasi hal yang merusak lingkungan dan kesehatan, maka perusahaan tersebut layak disebut green company. Dari waktu ke waktu, jumlah perusahaan yang masuk kategori perusahaan hijau atau peduli lingkungan terus bertambah.     

Salah satu perusahaan yang peduli lingkungan Mowilex Indonesia (Mowilex). Pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (30/10), Mowilex mengumumkan kepeduliannya pada lingkungan dengan mendapat dukungan dari perusahaan induknya yang berbasis di Singapura, Asia Coatings Enterprises, Pte. Ltd. (ACE).

“Inisiatif keberlanjutan kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan Mowilex berfokus pada pengurangan emisi karbon, pengurangan plastik, dan konservasi laut,” kata Imelda Sasmito, Managing Director ACE di Jakarta, Rabu (30/10).

 Pekan lalu, Mowilex mengumumkan bahwa pihaknya telah menjadi perusahaan manufaktur pertama di Indonesia, dan satu-satunya produsen cat di negara ini yang memiliki sertifikasi karbon netral.

SCS Global Services, sebuah badan sertifikasi yang diakui secara internasional, melakukan evaluasi melalui pihak ketiga untuk menghitung emisi yang dihasilkan oleh Mowilex, yang mencakup semua lokasi dan operasinya.

“Mowilex mengimbangi jejak karbonnya berdasarkan Carbon Neutral Protocol yang dikembangkan oleh Natural Capital Partners, pemimpin global yang mempelopori proses sertifikasi dan mulai mengembangkan protokol ini pada 2002,” tutur Imelda.

Mowilex juga telah berkomitmen untuk mengurangi bahan kemasan plastik baru sebesar 80% dalam kurun waktu delapan tahun. Untuk mencapai hal ini, perusahaan akan berupaya untuk kembali ke kemasan kaleng timah yang dapat didaur ulang, material plastik dengan konten daur ulang.

“Mowilex bekerja sama dengan pemasok dan perusahaan pengelolaan limbah untuk mengeksplorasi alternatif pengemasan dan pengumpulan limbah sampah,” papar Imelda.

 “Ada banyak batasan yang ditempatkan pada entitas di Indonesia yang ingin mendukung LSM internasional, jadi kami membantu mereka mencapai tujuan konservasi laut mereka,'' kata Imelda.

Mewakili Mowilex, ACE telah mendanai program Konservasi Internasional yang akan terus melindungi Teluk Saleh, yang memiliki luas 1.500 kilometer persegi di Sumbawa, Indonesia selama lima tahun ke depan.

“Program ini akan memelihara dan melindungi habitat penting bagi hiu paus yang terancam punah serta mendukung masyarakat setempat untuk mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan,” jelas Imelda.

"Mowilex telah melewati tonggak penting di negara ini, dimana konsumen mencari sosok pemimpin dan perusahaan yang bertanggung jawab," kata Nicole Munoz Direktur Pelaksana, Layanan Sertifikasi Lingkungan di SCS Global Services.

 "Menjadi pemimpin industri, bukan berarti hanya sekadar memproduksi cat dan pelapis berkualitas tinggi kepada konsumen kami, tetapi juga bertanggung jawab atas emisi karbon yang dihasilkan dari operasi kami," kata Niko Safavi, CEO Mowilex.

 Manajer Urusan Lingkungan Mowilex Tania Arningtyas menambahkan, "Kami juga berhenti mengkonsumsi air kemasan plastik dan kami beralih dengan berinvestasi menggunakan sistem filtrasi, yang mana hal ini menghilangkan lebih dari 12.000 air kemasan plastik, sejauh ini."

 

BERITA TERKAIT