30 October 2019, 22:54 WIB

Asosiasi Klinik Indramayu Gelar Tata Kelola Limbah Medis


mediaindonesia.com | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Ketua Asklin Cabang Indramayu dr.Lia Fibria Shanty, M.Hkes,

KLINIK kesehatan sebagai bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat harus memiliki tata cara pengelolaan limbah sampah medis sesuai ketentuan dan tidak mencemari lingkungan.

Terkait hal tersebut Asosiasi Klinik (Asklin) Cabang Indramayu, Jawa Barat, menggelar seminar sekaligus pembinaan teknis (bintek) serta tatacara perizinan Online Single Submission (OSS) untuk klinik dan praktek swasta di Hotel Handayani, Indramayu, Selasa (29/10).

Dalam penjelaannya, Ketua Asklin Cabang Indramayu dr.Lia Fibria Shanty, M.Hkes, menyebutkan bahwa dari 157 peserta yang mengikuti kegiatan ini  terdiri dari 47 klinik se- Kabupaten Indramayu, dokter praktek swasta, bidan praktek swasta dan dokter gigi praktek swasta.

"Kegiatan ini sebagai follow up bimbingan teknis (bimtek) tingkat Provinsi untuk Pengurus Cabang Asklin se- Jawa Barat dengan panduan sesuai yang ditentukan dan disepakati  bersama pengurus daerah pengurus cabang serta dinas terkait," ujar dr. Lia Fibra.

Asklin Kabupaten Indramayu, menurut Lia,  juga memfasilitasi anggotanya untuk meng-update dan mengingatkan kembali peraturan-peraturan mengenai limbah medis dan perizinan OSS yang berkaitan dengan 'operasional sarana pelayanan' kesehatan.

"Dengan adanya seminar dan bimtek ini Asklin Kabupaten Indramayu berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengerti tata cara pengelolaan limbah sampah medis yang dihasilkannya sehingga tidak mencemari lingkungan," tutupnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT