31 October 2019, 04:40 WIB

Berpulangnya sang Pendidik


(Bay/H-3) | Humaniora

MI/M Soleh
 MI/M Soleh
Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar

'PEDAGOGIS kesetaraan adalah pedagogis yang dibutuhkan masyarakat Indonesia yang multikultural'. Demikian petikan buku Multikulturalisme karya Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar yang mencerminkan besarnya perhatiannya pada pendidikan di Indonesia.

Kemarin, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu tutup usia pukul 10.48 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Jenazah suami Martha Tilaar tersebut disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto.

"Kami semua merasa kehilangan atas wafatnya beliau yang menjadi teladan dalam hal dedikasi. Hingga masa tuanya beliau masih produktif menggagas dan menulis," kata Rektor UNJ Komarudin kepada Media Indonesia di Jakarta. Menurutnya, almarhum selalu membela kepentingan pendidikan dan berkontribusi pada kebijakan di pemerintahan.

Alex, demikian ia akrab disapa, telah lama berkiprah di dunia pendidikan. Lahir di Tondano Selatan, Minahasa, pada 16 Juni 1932, Alex mendapatkan gelar Master of Science of Education dan Doctor of Education dari Indiana University, Bloomington, Amerika Serikat.

Saat menjadi pendidik sejak 1952 di Sekolah Rakyat, Alex juga terlibat aktif alam pemerintahan. Ia pernah menjabat staf ahli Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 1970-1974. Pada 1984-1991, Tilaar diangkat menjadi Kepala Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Bappenas.

Selanjutnya 1986-1993, Tilaar dipercaya sebagai staf inti Bappenas sebagai asisten menteri negara bidang pengembangan sumber daya manusia. Pada 1988, Alex dianugerahi Bintang Jasa Utama Republik Indonesia.

Hal paling berkesan, kata Komarudin, almarhum patuh pada seniornya, Conny Semiawan, saat disarankan untuk membuang tongkat yang digunakannya menjadi penyangga ketika berjalan.

Profesor berambut putih itu dikenal rendah hati dan akrab kepada siapa saja, juga kepada insan pers. Sepanjang akhir hayatnya, ayah empat anak tersebut selalu setia mendampingi istri tercinta, Martha Tilaar. Selamat jalan Prof Tilaar, Tuhan memberkati. (Bay/H-3)

BERITA TERKAIT