30 October 2019, 22:15 WIB

Bappeda DKI Akui Kebocoran Data Soal Usulan Anggaran 2020


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Antara
 Antara
Anies BAswedan

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra Satria Irawan mengakui adanya kebocoran sistem e-budgeting terkait rencana anggaran 2020.

Menurutnya, selama ini pihaknya tidak pernah mengunggah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta ke situs resmi apbd.jakarta.go.id.

"Saya sampaikan kami tidak pernah mengupload kalau teman- teman media atau ada yang bisa menemukan alamatnya itu saya tidak tahu. Barangkali ada sistem yang bocor dan juga mungkin bisa dimasukan kesana," ujar Mahendra di Gedung Balai Kota, Jakarta, Rabu (30/10).

 

Baca juga: Soal Polemik Anggaran Lem Aibon, Tito : Nanti Saya Berkomunikasi

 

Pihaknya akan meningkatkan pengawasan, penyisiran, dan pengecekan komponen hasil usulan dari Satuan Kerja SKPD dalam menyusun APBD Tahun Anggaran 2020.

“Perlu diakui, masih ada SKPD yang memasukkan komponen yang tidak sesuai. Itu kami sadari, pengawasan memerlukan pendalaman, juga di SKPD,” jelas Mahendra.

SKPD, katanya, sudah mulai memasukkan detil kegiatan di e-budgeting pada Maret Minggu IV hingga Juli Minggu I 2019. Namun, karena sistem e-budgeting saat ini mengharuskan input komponen sebagai pembentuk harga, hal ini mengakibatkan beberapa kegiatan belum memiliki komponen.    

“Bappeda menyadari adanya komponen dummy dalam dokumen perencanaan. Kalau komponennya tidak disusun, maka pagu kegiatan tersebut tidak akan muncul. Ini masih proses, menuju kepada perbaikan. Sepanjang ini teman-teman SKPD mengusulkan komponan bersama BPAD dan BPKD,” kata Mahendra.

Penyisiran dan pengecekan terhadap komponen anggaran pun akan ditingkatkan, dengan batas akhir pembahasan bersama DPRD Provinsi DKI Jakarta pada 30 November 2019. (OL-8)

BERITA TERKAIT