30 October 2019, 21:40 WIB

Universitas Budi Luhur Wisuda 1.759 Mahasiswa Semester Genap


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Ist
 Ist
Wisuda Magistrer, Sarjjana Dan Ahli Madya Universitas  dan Akademi sekretari Budi Luhur semester genap 2018/2019

UNIVERSITAS Budi Luhur menggelar kegiatan wisuda semester genap 2018/2019. Total wisudawan berjumlah 1.759 orang terdiri atas 1.712 lulusan UBL dan 47 lulusan Akademi Sekretari Budi Luhur.

Dari jumlah ini, wisudawan penerima beasiswa tercatat sebanyak 299 orang, yang terdiri atas 57 orang penerima beasiswa penuh Strata 1 Nusantara dan kurang mampu, 14 orang penerima beasiswa penuh jenjang Strata 1 Akademik dan Bidikmisi, 152 orang penerima beasiswa apresiasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Prestasi Akademik, 72 orang penerima beasiswa apresiasi prestasi olahraga, 4 orang penerima beasiswa Strata 1 Kelas Internasional dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Mengingat banyaknya penerima beasiswa yang berhasil lulus di wisuda tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, mengaku bersyukur dan memberi apresiasi kepada para wisudawan tersebut.

"Kami sangat bersyukur dapat berpartisipasi dan berkontribusi dalam mendidik putra-putri Indonesia yang berasal dari seluruh Nusantara. Harapan kami, ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk membangun bangsa dan negeri ini," kata Kasih Anggoro pada sambutan Wisuda Semester Genap 2018/2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (30/10).

Pada acara wisuda yang merupakan Sidang Senat Terbuka ini, Rektor Universitas Budi Luhur, Wendi Usino, mengutarakan kesiapannya meningkatkan dan memajukan Kampus UBL menjadi perguruan tinggi unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Dikatakan, UBL telah menjalin kerja sama nasional dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Perpustakaan Nasional, Puspiptek Serpong. Sedangkan kerja sama internasional dijalin dengan HZ University Belanda, School of Global Japanese Study Meiji University Tokyo, Rangsit University Thailand, Indian Institute Information Technology India, Universiti Kebangsaan Malaysia, Dongguk University Korea.

Dalam kesempatan itu, Wendi Usino memaparkan bahwa Indonesia saat ini sudah memasuki era revolusi industri generasi keempat yang dikenal dengan istilah revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan semakin terkonvergensinya manusia dengan mesin.


Baca juga: Wamenkeu Sebut Kenaikan BPJS Kesehatan Sesuai Perhitungan DJSN


Rektor juga mengingatkan dampak perubahan zaman serbacepat dan terotomasi saat ini, tidak hanya mempermudah manusia berkomunikasi dan berteknologi.

Namun, seiring dengan konvergensi teknologi kepada proses bisnis yang ada juga berpotensi hadirnya gangguan yang dapat merugikan seperti maraknya kabar hoaks atau berita bohong menyebarnya radikalisme serta kemunculan berbagai kejahatan komputer maupun kejahatan siber.

"Sesuai visi Universitas Budi Luhur menjadi perguruan tinggi unggul yang dilandasi kecerdasan dan kebudiluhuran, para wisudawan tidak hanya kami bekali dengan ilmu pengetahuan saja, juga bekal nilai-nilai kebudiluhuran," pungkasnya.

Wisuda kali ini menghadirkan Lutfy Rauf, Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan bersama Wakil Pemimpin Redaksi Kompas dan Dirut Kompas TV menyampaikan orasi ilmiah.

UBL juga mengumumkan sejumlah wisudawan yang menoreh prestasi akademik terbaik antara lain jenjang S1 diraih Matius John Tirtawirya dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK 3,98. Jenjang S2 diraih Sutami dari Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dengan nilai IPK 3,96.

Adapun jenjang D3 diraih Nila Madaniyya dari Program Studi Manajemen Informatika Fakultas Teknologi Informasi dengan nilai IPK 3,93. Dan prestasi terbaik Diploma 3 Akademi Sekretari Budi Luhur diraih Vira Ratriani dengan nilai IPK 3,92. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT