31 October 2019, 00:00 WIB

Parlemen Inggris Setuju Pemilu Dini


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP
 AFP
Parlemen Inggris Setuju Pemilu Dini

PARLEMEN Inggris akhirnya menyelesaikan kebuntuan Brexit dengan menyetujui seruan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk diadakannya pemilu dini pada 12 Desember mendatang. Johnson berhasil mengantongi dukungan sebesar 438 suara berbanding 20 suara.

Partai Demokrat Liberal dan Partai Nasional Skotlandia memilih abstain setelah tawaran opsi mereka untuk pemilu diadakan pada 9 Desember ditolak. Adapun hampir setengah dari seluruh anggota parlemen Buruh tidak hadir.

Pemimpin oposisi dan Partai Buruh, Jeremy Corbyn, yang mendukung pemilu dini, menyerukan para pemilih agar menggunakan suaranya untuk menyingkirkan Partai Konservatif di bawah Johnson. Berbicara sebelumnya di parlemen, Corbyn mengonfirmasi bahwa partainya akan mendukung pemilu setelah mendapatkan konfirmasi bahwa Uni Eropa telah memberikan perpanjangan Brexit.

Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat Liberal Jo Swinson, mengatakan bahwa pemilu dini merupakan, "Kesempatan terbaik kami untuk memilih pemerintah agar menghentikan Brexit."

 

Parlemen baru

Berbicara di Majelis Rendah sebelumnya, Johnson berpendapat bahwa parlemen baru dan terevitalisasi diperlukan untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.

"Kami tidak punya pilihan selain memilih pemilu dini untuk terbebas dari kebuntuan ini," pungkas Johnson kepada anggota parlemen.

Namun, Johnson kemudian mengungkapkan kepada Komite Anggota Privat Konservatif bahwa pemilu dini pada 12 Desember mendatang akan menjadi "Pemilihan yang sulit, namun yang terbaik yang bisa kami lakukan." Johnson juga mengungkapkan bahwa ia tidak menginginkan pemilu dini, namun terpaksa mengusulkannya karena Partai Buruh akan terus memangkas rencana Brexit-nya.

Dalam upaya menyatukan partainya, Johnson juga memutuskan akan menerima kembali 10 dari 21 anggota parlemen yang dikeluarkannya bulan lalu karena menentang rencana Brexit.

Partai Konservatif akan berkampanye untuk menuntaskan Brexit melalui kesepakatan Johnson. Sementara itu, Partai Buruh menjanjikan pengadaan referendum kedua terkait keluarnya Inggris dari keanggotaan di Uni Eropa.

Adapun, parlemen akan dibubarkan Rabu pekan depan karena akan dilangsungkan kampanye singkat selama lima minggu hingga hari pemungutan suara. Sementara itu, Majelis Tinggi (House of Lords) akan segera mengesahkan RUU pemilu dini dalam beberapa hari mendatang. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT