30 October 2019, 22:20 WIB

Presiden Ingatkan Potensi Resesi Ekonomi di Tahun Depan


MI | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Presiden Joko Widodo sedang memimpin rapat kabinet terbatas

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan adanya ancaman kondisi ekonomi yang lebih sulit di tahun depan, bahkan mengarah ke resesi ekonomi.

"Perkiraan dari lembaga-lembaga internasional, tahun depan akan menuju ke sebuah situasi yang lebih sulit, dan bahkan ada yang menyampaikan menuju ke sebuah resesi," kata Presiden Jokowi ketika membuka rapat kabinet terbatas di Jakarta, kemarin.

Kepala Negara meminta semua pihak harus mengantisipasi kemungkinan tersebut.

"Ini bolak-balik saya sampaikan, kuncinya ada di, pertama, peningkatan ekspor dan substitusi barang-barang impor. Kedua, yang sangat penting adalah juga investasi," kata Presiden.

Menurut Jokowi, peningkatan ekspor dan investasi menjadi kunci dalam kegiatan di bidang ekonomi.

"Oleh sebab itu, saya sudah sampaikan, baik kepada Mendag dan Wamendag, Menlu dan Wamenlu, saya sampaikan secara khusus bahwa perjanjian perdagangan harus kita lakukan secara terus-menerus tanpa henti," kata Jokowi.

Di kesempatan berbeda, dalam diskusi Ngobrol Pembangunan Indonesia: Economic Outlook-Evaluasi 2019 dan Proyeksi 2020, pengajar ekonomi di Universitas Indonesia yang juga Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri mengungkapkan, pemerintah harus punya prioritas agar asing tertarik berinvestasi di Indonesia.

"Misalnya, untuk investasi itu tidak perlu semua orang langsung datang ke sini. Bisa ambil dua atau tiga perusahaan yang besar masuk sini, yang lain biasanya akan ikut. Jadi, ambil kepalanya," kata Chatib. (Mal/Van/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT