30 October 2019, 19:46 WIB

Kardinal Ajak Umat Bantu Warga Agats


Rosemary C. Sihombing | Humaniora

 Rosemary C. Sihombing
  Rosemary C. Sihombing
Kardinal Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat bertemu Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat

PENGEMBANGAN pembangunan pendidikan dan kesehatan di Agats, Kabupaten Asmat, Papua sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Untuk itu diperlukan pribadi-pribadi yang memiliki hati. Selain hati juga diperlukan dana untuk pembangunan tersebut," ujar  Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo seusai menerima bantuan dari Sido Muncul, di Katedral, Jakarta, Rabu (30/10).


Bantuan sebesar Rp250 juta itu diberikan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat. Menurut Suharyo, bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Agats.

Kardinal yang baru dilantik oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019 itu mengatakan, pelayanan di Agats paling sulit dan mahal, karena kondisi geografis. Perjalanan dari Jakarta terbang ke Timika, kemudian ke Agats, dari situ naik speet boat.

"Di sana itu daerahnya tidak ada tanah, tetapi rawa. Pokoknya untuk sampai ke Agats medannya sulit. Sebab itu dalam rangka memperingati ulang tahun ke-50 Keuskupan Agats, Pemda Agats bekerjasama dengan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan Keuskupan Agats menggalang dana untuk membantu pembangunan yang diperlukan masyarakat di sana," imbuhnya.

Selain menerima bantuan dari program sosial perusahaan, lanjut kardinal yang juga Uskup Agung Jakarta itu, seluruh umat Katolik di bawah KAJ juga memberi sumbangan melalui persembahan pada misa Sabtu dan Minggu di gereja masing-masing.


"Sumbangan tersebut merupakan salah satu wujud umat yang semakin beriman, semakin bersaudara dan semakin berbela rasa (murah hati). Yang dilakukan Pak Irwan ini juga wujud dari berbela rasa itu," ujar Suharyo lagi.   

Lebih lanjut, ia mengatakan, penggalangan dana untuk membantu masyarakat Agats juga pernah dilakukan KAJ enam tahun yang lalu. Waktu itu hampir semua penduduk di sana terkena kusta.

"Setelah empat tahun kami melayani di sana, akhirnya semua penderita kusta sembuh. Begitu juga dengan pendidikan, dulu yang banyak sekolah rimba. Jangan dibayangkan muridnya rajin datang, ada yang sekali datang kemudian muncul lagi tiga bulan kemudian. Pesertanya juga mulai dari anak-anak sampai orang tua," tuturnya.

Sementara itu, Irwan Hidayat mengaku prihatin melihat masih adanya masyarakat yang berkekurangan di Agats. Ia mengaku tergerak membantu karena imbauan dari Kardinal serta merasa iba atas penderitaan masyarakat Agats.

"Kami membantu masyarakat agatas karena imbauan kardinal Ignatius. Saya memberi apresiasi kepada Keuskupan Agats yang membantu masyarakat di daerah miskin dan berawa. Siapapun yang membantu masyarakat miskin harus diberi apresiasi," tandasnya.

Terkait keamanan di Agats, Suharyo mengatakan masyarakat di Asmat sangat cinta damai, mungkin karena mayoritas seniman. "Kalau orang memiliki jiwa seni kan cinta damai," ujar Kardinal lagi. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT