31 October 2019, 00:20 WIB

Endah N Rhesa Harap Ekonomi Kreatif tidak Tersisih


Fetry Wuryasti | Hiburan

MI/Sumaryanto Bronto
 MI/Sumaryanto Bronto
Endah N Rhesa

DUET musisi Endah N Rhesa, sebagai pelaku ekonomi kreatif, mengharapkan pembahasan lebih lanjut tentang Undang-Undang Ekonomi Kreatif, terutama setelah Badan Ekonomi Kreatif melebur ke dalam Kementerian Pariwisata.

"Jujur saya belum mengetahui banget bagaimana sebaiknya. Tapi yang jelas, baik di Kemenparekraf atau Bekraf, saya harap semua berusaha memajukan ekonomi kreatif semaksimal mungkin," ujar Endah, 36, di Jakarta, Kamis (24/10).

Pemilik nama asli Endah Widiastuti itu mengatakan sudah mengalami masa ketika Bekraf bergabung dengan Kementerian Pariwisata atau saat berdiri sendiri. Ia menilai, badan tersebut lebih praktis saat berdiri sendiri. Adanya Bekraf, lanjut Endah, membuat pembahasan ekonomi kreatif termasuk industri musik akan lebih spesifik dan fokus. Dia berharap ekonomi kreatif tidak tersisihkan meskipun tak lagi menjadi badan independen.

"Setalah Bekraf bergabung dengan Kementerian Pariwisata, saya kurang tahu bagaimana nanti birokrasinya. Kami berharap ruang diskusi untuk merencanakan undang-undang lebih dibuka lebar. Harapan lain, bagaimana ke depan ekonomi kreatif berbarengan dengan Kementerian Pariwisata ini akhirnya juga tidak tersisihkan. Kami ingin ekonomi kreatif tetap menjadi sorotan utama dan dikembangkan dengan baik," ujar perempuan kelahiran 4 Mei 1983 tersebut.

Menurut Endah, selama ini kegiatan Bekraf sudah cukup membantu para penggiat seni Indonesia. Misalnya, workshop ekonomi kreatif, pameran, dan mengirimkan beberapa musisi untuk tampil di luar negeri.

Dalam Kabinet Indonesia Maju yang dilantik 23 Oktober lalu, Bekraf secara resmi bergabung kembali dengan Kementerian Pariwisata. Sebelumnya, Bekraf merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang terbentuk di bawah undang-undang presiden. Penggabungan itu resmi disebut sebagai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Wishnutama sebagai menteri.

 

Tantangan bermusik

Menghabiskan 15 tahun berkarya dalam industri musik Indonesia, duo pelantun When You Love Someone ini ELEB mengaku tertantang selalu memberikan inovasi bagi para penggemar. Salah satunya ialah peluncuran album ke-5 mereka, Regenerate, pada Juli 2019.

"Tantangannya lebih ke skill. Kami harus bermain lebih bagus lagi. Apa yang bisa kami lakukan, misalnya album baru kami judulnya Regenerate. Itu berbeda dengan album-album sebelumnya untuk menghadirkan musik-musik yang baru," kata Endah.

Endah menambahkan, setelah sekian lama berkarya, ia sangat bersemangat karena masih bisa menemukan hal untuk dikembangkan dalam mengaktualkan kemampuan bermusik saat rekaman dan di atas panggung. "Ada sebuah alat yang kami injek, nanti kayak ngeluarin suara. Itu tantangan sebenarnya, yakni fokus duet menjadi terpecah antara menyanyi, bermain gitar, dan menghitung ketukan untuk memainkan alat itu," ujarnya.

Setelah promo album dengan pentas di 14 kota, duo yang mendapat penghargaan Anugerah Musik Indonesia kategori produksi album alternatif terbaik untuk album Nowhere To Go itu menutup tur album dengan pentas di Coffeewear, Jakarta, pada Minggu, (20/10).

Dalam pentas bertajuk Endah N Rhesa: Regenerate Tour Final Season, pasangan suami istri tersebut membawakan hampir semua lagu dari album terakhirnya. "Terharu.. senang, sekaligus sedih juga karena tur ini berakhir. Banyak pengalaman berharga dari tur mandiri ini yang sungguh berkesan dan tak terlupakan seumur hidup kami," tulis duo tersebut dalam akun Instagram-nya. Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penggemar yang mendukung dengan membeli CD, merchandise, dan tiket konser mereka. (H-3)

 

BERITA TERKAIT